Kekosongan Hidup: Meniadakan Tuhan dalam Hidup

by samuelyasa


Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga..” Mazmur 127:1

                                                                                               

Ada seorang bernama Jean Meslier yang hidup tahun 1664-1729 selama 40 tahun dalam hidupnya dia menjadi seorang priest Katolik. Namun tiba-tiba, dia memutuskan untuk keluar dari biara dan menjadi seorang ateis. Orang ini begitu populer di kalangan orang ateis karena dia menulis satu buku berjudul “The Vanity of Religion.” Ini sangat kontras dengan Mazmur 127 yang berbicara mengenai “The Vanity of Life without God.” Meslier bilang, sia-sia percaya Tuhan, karena (1) agama itu sudah membuat kita menerima segala sesuatu yang kita tidak pahami dan kita tidak mau mencari penjelasan yang logis terhadap apa yang tidak kita pahami di dalam hidup ini. Agama hanya meminta kita pokoknya percaya saja, padahal kepercayaan yang buta kepada Ilahi justru tidak membuat hidup manusia menjadi lebih baik. Science dan kehidupan yang logis justru menawarkan hidup yang jauh lebih baik dan lebih sukses, ketimbang agama yang sudah membuat kita naif dan buta di dalam kepercayaan kita akan Allah yang tidak membuat perubahan apa-apa di dalam hidup kita; (2) Meslier bilang agama adalah sumber masalah dan sumber perselisihan. ada sejarah hitam di dalam Kekristenan, bagaimana Katolik membantai habis Protestan pada waktu St. Bartholomew Day di Perancis, hampir 20.000 orang Protestan dibunuh oleh orang Katolik. Begitu juga sebaliknya, ketika Inggris dikuasai oleh raja Protestan, dia juga membantai dan membunuh priest-priest Katolik yang ada di situ. Itu sebabnya tidak perlu lagi percaya Tuhan sebab orang beragama justru menjadi sumber masalah dan sumber perselisihan. Maka bagi dia jalani hidup ini jadikan dirimu sebagai pengatur. Engkaulah satu-satunya Tuhan dari hidup ini. Padahal dalam perspektif Alkitab, justru hidup jadi sia-sia ketika lepas dari Tuhan.         Kata Salomo, Aku sudah membangun banyak hal, aku sudah mencapai begitu banyak kesuksesan tetapi justru itu memunculkan kesulitan dan kegagalan.Karena kesuksesannya membuat dia tergelincir dan jatuh meninggalkan Tuhan.Apa yang aku kerjakan, apa yang aku capai, kalau aku lepaskan dari tangan Tuhan, dari anugerah Tuhan dalam hidupku, cepat atau lambat, aku akan sampai kepada titik kekosongan dan tidak ada artinya.(ant).

 

DOA: Bapa tolongku untuk senantiasa tetap berpaut erat padaMu.