Kekosongan Hidup: Tidak Memahami Fokus dan Tujuan Hidup

by samuelyasa


Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga..”                     Mazmur 127:1

 

Mazmur 127 adalah mazmur yang penting sebab yang berkata “sia-sia” di sini adalah orang yang justru mengerjakan pembangunan seumur hidupnya, yakni Salomo. Inilah mazmur yang bicara mengenai kesia-siaan hidup. Di dalam 1 Raj.9 dikatakan lebih dari 20 tahun lamanya Salomo membangun dua hal yang penting di dalam hidupnya yaitu Bait Allah dan istananya. Tidak ada di dalam sejarah raja Israel yang melakukan pembangunan dan pencapaian kesuksesan selain Salomo. Namun orang yang demikian sukses bicara tentang kekosongan, semua sia-sia jika kita tidak mengerti dengan jelas untuk apa kita bangun, untuk apa kita sukses, untuk apa kita mencapai sesuatu di dalam hidup ini.Belajar dari Salomo, ternyata bicara tentang kekosongan hati itu bicara tentang manusia yang tidak tahu dengan baik dan pasti untuk apa dia hidup di dunia ini. Disini Salomo menggunakan permainan kata yang bagus, ayat 1 memakai kata “bonim” (builders), ayat 3 memakai kata “banim” (sons). Tidak ada gunanya “bonim” sukses kita kerjakan dan lakukan tetapi kita mengabaikan membangun “banim” di dalam rumah kita.

 

Apa gunanya segala sesuatu yang dikerjakan dan diusahakan orang tetapi semua kesuksesan di luar, begitu pulang ke rumah dia menjadi sedih dan kecewa karena anak-anaknya tidak menjadi orang yang dibentuk dengan baik dan memiliki karakter yang indah. Sukses di luar tidak seberapa tetapi kita sukses mendidik mempersiapkan “banim” di rumah kita itu menjadi indah dan penting karena pemazmur berkata someday anak-anak yang kita didik dan kita bina dengan baik itu menjadi kehormatan dan respek orang tua.Orang bisa saja sukses luar biasa, sehingga mampu membangun rumah bak istana dan menjadi pemimpin besar dari sebuah perusahaan, tapi pemazmur melihat itu sia-sia.Kesuksesan sejati justru ketika mempersiapkan keturunannya menjadi orang yang takut Tuhan.(ant)

 

DOA: Bapa ajarku mengerti rencana-Mu dalam hidupku