HATI MANUSIA SEPERTI DUNIA ORANG MATI

by samuelyasa


2:1 Berdoalah Yunus kepada TUHAN, Allahnya, dari dalam perut ikan itu,2 katanya: “Dalam kesusahanku aku berseru kepada TUHAN, dan Ia menjawab aku, dari tengah-tengah dunia orang mati aku berteriak, dan Kaudengarkan suaraku.3 Telah Kaulemparkan aku ke tempat yang dalam, ke pusat lautan, lalu aku terangkum oleh arus air; segala gelora dan gelombang-Mu melingkupi aku. 4 Dan aku berkata: telah terusir aku dari hadapan mata-Mu. Mungkinkah aku memandang lagi bait-Mu yang kudus?5 Segala air telah mengepung aku, mengancam nyawaku; samudera raya merangkum aku; lumut lautan membelit kepalaku 6 di dasar gunung-gunung. Aku tenggelam ke dasar bumi; pintunya terpalang di belakangku untuk selama-lamanya. Ketika itulah Engkau naikkan nyawaku dari dalam liang kubur, ya TUHAN, Allahku.7 Ketika jiwaku letih lesu di dalam aku, teringatlah aku kepada TUHAN, dan sampailah doaku kepada-Mu, ke dalam bait-Mu yang kudus.                                                                                              (Yunus)

 

Yunus dalam ketidaktaatannya kepada Tuhan, ketika ia melarikan diri dan ditelan oleh ikan dan dalam kegelapan yang sangat, ia berteriak danberkata dalam doanya: “Dalam kesusahanku aku berseru kepada TUHAN, dan Ia menjawab aku, dari tengah-tengah dunia orang mati aku berteriak, dan Kaudengarkan suaraku.” Dia merasakan seperti berada dalam dunia orang mati. Kalau awalnya ia hendak menghindari Tuhan maka dalam ketakutan di tengah-2 dunia orang mati ia justru berseru  memohon Tuhan
Hal ini menjelaskan kepada kita betapa  manusia berada di dalam kegelapan, ketersesatan dan sangat memerlukan pertolongan untuk bisa keluar dari kegelapan dan  ketakutan. Tidak ada manusia yang tidak mempunyai ketakutan dalam hidupnya, manusia membutuhkan pertolongan, rasa tenang, dan aman. Dan itu hanya dapat diperoleh  didalam Yesus . Sehingga yang mati dapat dihidupkan, yang berada dalam kegelapan beroleh terang.

 

Seperti apakah hati kita ? Apakah masih seperti dunia orang mati ataukah telah menjadi terang didalam Tuhan. Mari intropeksi diri kita. Tuhan memberkati kita.                          hp