PUDARNYA KEBENARAN

by samuelyasa


Pada zaman itu tidak ada raja di antara orang Israel; setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri.

Hakim-hakim 11:25

 

Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.             2 Timotius 3:16

 

            Sebagai makhluk yang diciptakan segambar dan serupa dengan Allah, manusia memiliki akal dan budi untuk bisa mengenal kebenaran dan hidup di dalamnya. Di sepanjang sejarah kita juga dapat melihat ada banyak filsuf dari zaman sebelum Masehi sampai sekarang terus berusaha untuk merumuskan apakah kebenaran itu. Hasil pemikiran dari para filsuf tersebut ternyata sanggup membawa dunia pada suatu zaman dengan paham tertentu. Sayangnya berbagai usaha manusia untuk memenuhi kebutuhannya akan kebenaran tidak akan pernah tuntas selama titik berangkatnya dari manusia yang berdosa, bahkan zaman pos-modern yang saat ini sedang melanda dunia menunjukkan bahwa dunia semakin menolak adanya satu kebenaran absolut (firman Tuhan). Ini merupakan dilema yang sangat serius. Di satu sisi manusia berusaha mencari kebenaran, tetapi di sisi lain manusia menolak kebenaran firman Tuhan.

Jika kita adalah orang-orang yang sudah dibenarkan Allah, maka sudah seharusnya seluruh kehidupan kita didasarkan pada kebenaran firman Tuhan. Tuhan Yesus adalah kebenaran itu sendiri (Yohanes 14:6) yang akan menuntun kita melalui Roh Kudus untuk mengerti kebenaran-Nya dan menghidupi kebenaran tersebut. Tentu saja ketika menjalani kebenaran firman Tuhan kita harus rela mengorbankan segala keegoisan kita. Paling tidak kita harus mau menyediakan waktu untuk berdoa dan merenungkan kebenaran firman-Nya, lalu bersedia untuk dibentuk ketika menjalani kebenaran firman-Nya. Tetapi sukacita dan kedamaian akan meliputi diri kita ketika kita mau menghidupi kenenaran firman Tuhan.

 

Terima kasih, Tuhan karena Engkau senantiasa menuntun kami untuk mengerti kebenaran-Mu dan ajarlah kami senantiasa untuk menghidupinya. Amin.                                                                   va