RUSAKNYA TUJUAN HIDUP

by samuelyasa


Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”

Kejadian 1:28

 

            Tuhan menciptakan manusia dengan tujuan yang sangat luar biasa, yaitu menjadi partner Allah untuk menguasai dunia. Perintah untuk beranak cucu dan bertambah banyak bertujuan agar bumi dipenuhi dengan orang-orang yang hidupnya takut akan Allah yang hidup melayani Tuhan. Tuhan memberikan panggilan kepada setiap manusia yang diciptakan-Nya dengan berbagai profesi dan daya kreatifitas yang tinggi agar manusia bisa berkreasi mengelola segala ciptaan dengan baik.

Sayangnya dosa sudah merusak kehidupan manusia sehingga manusia tidak lagi mau hidup menjadi pelayan sekaligus rekan kerja Tuhan, sebaliknya manusia berambisi untuk menggantikan posisi Tuhan, segala sesuatu yang dilakukan hanya untuk memenuhi keinginan manusia yang egois. Panggilan untuk mengelola alam semesta berubah menjadi sikap eksploitasi alam yang merusak alam demi mendatangkan lebih banyak uang. Penemuan-penemuan yang baik dan berguna sebagai hasil dari daya kreatifitas yang Tuhan berikan, disalahgunakan untuk menghancurkan alam, bahkan menghancurkan sesama manusia sebagaimana yang terjadi pada Perang Dunia pertama maupun kedua.

Ketika tujuan hidup manusia yang begitu mulia digantikan dengan ambisi dan keserakahan hasilnya adalah kerusakan alam dan relasi sesama manusia. Keserakahan manusia akan terus membuat manusia tidak pernah merasa puas dan cukup sehingga selalu mau lebih dan lebih lagi memanfaatkan alam dan sesamanya untuk memenuhi ambisinya.

Maka sebagai orang yang sudah dilahirbarukan, tujuan hidup kita kembali dipulihkan, yaitu hidup melayani Tuhan, segala sesuatu dilakukan dengan motivasi untuk menjalankan kehendak-Nya, dan sesungguhnya di situlah letak kepuasan yang sejati bagi setiap ciptaan Tuhan.

 

Ampuni kami ya Tuhan, jika kami hidup hanya untu memenuhi ambisi kami tanpa mau tunduk kepada-Mu. Amin.                                                    va