KEHILANGAN KEPUASAN

by samuelyasa


27:19 Seperti air mencerminkan wajah, demikianlah hati manusia mencerminkan manusia itu. 20 Dunia orang mati dan kebinasaan tak akan puas, demikianlah mata manusia tak akan puas

30:16 Dunia orang mati, dan rahim yang mandul, dan bumi yang tidak pernah puas dengan air, dan api yang tidak pernah berkata: “Cukup!”

Amsal

 

4:13 Jawab Yesus kepadanya: “Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi, 14 tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.”(Yohanes)

 

Sebuah takaran yang sulit dalam hidup manusia adalah takaran kepuasan. Seberapa banyak, seberapa tinggi, seberapa dalam, seberapa lebar dan seberapa luas kepuasan itu sendiri? Sungguh tak terukur. Manusia senantiasa mengingini apa yang dapat dipandang matanya; bahkan yang tidak dapat dipandangnya-pun bisa diingininya. Bila keinginan hati manusia tidak akan pernah puas dan mampu berkata CUKUP! Maka pantaslah bila disetarakan dengan dunia orang mati yang tidak pernah menolak untuk menerima kematian.

 

Salah satu malapetaka terbesar dalam hidup manusia berdosa adalah ketiadaan kepuasan ini sendiri. Manusia senantiasa mencari kepuasan. Tidak puas dengan pekerjaannya, tidak puas dengan pasangan hidupnya, tidak puas dengan hartanya, tidak puas dengan orangtuanya, tidak puas dengan gerejanya, bahkan tidak puas dengan TUHAN. Manusia selalu mengukur kepuasan dengan dirinya sendiri, yang sebenarnya ia sendiri juga tidak tahu seberapa ukuran kepuasannya.

Renungkan. Kepuasan apa yang engkau cari selama ini? Sudahkah engkau dipuaskan? Apakah Yesus adalah kepuasanmu? Sudahkah engkau berjumpa dengan-Nya dan dipuaskan-Nya? Cobalah!  jp

Iklan