KEHILANGAN “PEMELIHARAAN”

by samuelyasa


1:29 Berfirmanlah Allah: “Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu.

 

3:17 Lalu firman-Nya kepada manusia itu: “Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu:18 semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu; . . . 23 Lalu TUHAN Allah mengusir dia dari taman Eden supaya ia mengusahakan tanah dari mana ia diambil.(Kejadian)

 

Salah satu hal yang secara drastis nampak berbeda adalah berkenaan dengan apa yang dimakan dan dinikmati oleh manusia. Allah yang menciptakannya adalah Allah yang menyediakan apa yang diperlukan untuk dikosumsi tanpa harus dikelola terlebih dahulu oleh manusia. Seluruh tumbuhan berbiji dan buah berbiji siap disantap oleh manusia.

 

Dan kondisi ini menjadi berbeda setelah manusia jath di dalam dosa. Manusia harus mengusahakan tanah yang telah terkutuk sehingga menimbulkan kesulitan dan pergumulan tersendiri. Manusia harus mencari dan mengelola nafkahnya sendiri.

 

Pada zaman ini nafkah menjadi amat krusial karena pemaknaannya menjadi luas, bukan sekedar mencukupkan kebutuhan primer, sandang pangan dan papan. Dengan nafkah manusia memperpanjang dan memperbaiki hidupnya; namun di sisi lain, karena nafkah manusia berani mempertaruhkan hidupnya. Manusia saling berebut nafkah dan untuk mendapatkannya tega menghilangkan nafkah orang lain.

 

Renungkan. Sebagai orang berdosa yang telah ditebus Kristus, bagaimanakah engkau merespon nafkahmu? Sebagai sebuah kompetisi mempertahankan hidup? Atau sebagai sebuah berkat pemeliharaan Allah yang telah memulihkanmu shg engkau mengerti makna nafkah dg baik?  jp

Iklan