Pertahankan Kemerdekaan

by samuelyasa


Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.            (Gal.5:1)

17 Agustus 1945 merupakan hari bersejarah dan penting bagi bangsa Indonesia. Pada hari itulah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dibacakan oleh Ir. Soekarno di Pegangsaan Timur. Namun tidak berarti perjuangan telah selesai. Jika kita menyimak sejarah, maka kita akan menemukan banyak pertempuran yang terjadi pasca-kemerdekaan. Sebut saja Pertempuran Surabaya, 10 November 1945 yang dipimpin Bung Tomo, Pertempuran Bandung Lautan Api, 23 Maret 1946, Pertempuran Medan Area, 13 Oktober 1945 – November 1946, hingga Perundingan Linggarjati 10 November 1946.  Semua peristiwa heroik pasca kemerdekaan tersebut berlangsung dengan satu tujuan, yaitu mempertahankan kemerdekaan yang telah dicapai itu.

Kemerdekaan yang terjadi dalam kehidupan kita merupakan anugerah Tuhan yang terbesar, sehingga hidup kita tidak lagi berada dalam penjajahan dosa lagi. Kemerdekaan bagi orang-orang percaya memiliki arti yang sangat luar biasa, karena kemerdekaan ini berarti kemenangan atas maut dan terbebasnya manusia dari belenggu dosa. Kemerdekaan ini diberikan secara cuma-cuma ketika kita menundukkan diri dan hidup di dalam ikatan kasih karunia Tuhan. Namun bukan berarti perjuangan kita  selesai. Galatia 5:13 melanjutkan pesan ini dengan “Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.” Pada saat itu di Galatia muncul aliran yang bernama Libertinisme, yaitu suatu paham yang mengajarkan bahwa kemerdekaan di dalam Kristus meberikan kebebasan sepenuhnya kepada manusia, termasuk bebas dalam menuruti keinginan daging (dosa). Pandangan ini mengguncangkan iman dan kerohanian Jemaat Tuhan yang diajarkan untuk hidup dalam kekudusan. Pandangan Libertinisme ditentang keras oleh rasul Paulus; kemerdekaan melalui pengorbanan Kristus harus dipertahankan dengan tidak mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa. Selain itu kemerdekaan yang dialami harus diisi dengan melayani seorang akan yang lain oleh kasih.

Keselamatan orang percaya di dalam Tuhan memang satu kali untuk selamanya. Namun biarlah itu tidak menghilangkan tanggung jawab kita untuk terus berjuang melawan godaan kedagingan. Soli Deo Gloria.      Dan