I’d Rather Have Jesus

by samuelyasa


Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus     (Flp.3:8)

 

 

George Beverly Shea adalah seorang penginjil Kristen. Ia dikenal mulai tahun 1947, yaitu sejak ia bersama kelompok Billy Graham Evangelistic Association, mengadakan rekaman-rekaman kaset, reli-reli rohani di televisi, dan program radio “Hour of Decision“. Sebelumnya, selama hampir sembilan tahun Shea bekerja untuk Reksa Perusahaan Asuransi Jiwa New York sambil melatih vokal dan bernyanyi di gereja-gereja dan untuk siaran radio Kristen setempat. Suatu hari seorang direktur dari stasiun radio mendengar dia bernyanyi dan mengatur baginya untuk dapat mengikuti audisi program nasional bersama Lynn Murray Singers. Bev sangat senang dengan prospek bernyanyi pada program radio itu. Dari sana ia memiliki kesempatan untuk didengar oleh sejumlah besar orang dan menghasilkan banyak uang. Namun setelah melewati audisi, Bev Shea merasa tidak sejahtera menerima tawaran ‘sekali seumur hidup’ ini. Dia akhirnya memilih untuk mengatakan ‘tidak’ terhadap tawaran emas dimana ribuan penyanyi muda akan berlomba-lomba mengejar kesempatan seperti itu, lalu bergabung dalam pelayanan Billy Graham.

Nampaknya kisah hidupnya ini terinspirasi oleh lagu yang digubahnya. Ya, sebuah lagu berjudul I’d rather have Jesus yang liriknya ditulis oleh Rhea F.Miller. Sebuah lagu yang memberikan pesan senada dengan apa yang diungkapkan Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Filipi, yaitu bahwa tidak ada yang lebih berarti dibandingkan dengan Yesus. Kejayaan, popularitas dan kekayaan dunia menjadi sampah ketika kita memilih untuk mengikatkan diri pada Yesus. Biarlah lagu yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dengan judul “Kumemilih Yesus” (KPPK 325) ini juga menjadi pengingat kita untuk mengambil komitmen yang sama; memilih Yesus diatas segalanya.

 

‘Ku memilih Yesus, bukan harta, dan Dia milikku melebihi semua.

‘Ku memilih Yesus, bukan ladang, biar tangan-Nya, yang menuntunku.

Ku tak mau jadi raja penguasa, namun di b’lenggu dosa.

‘Ku memilih Yesus, lebih indah, dari semuanya.

Dan 

Iklan