Menjadi Hamba??

by samuelyasa


Tetapi sekarang, setelah kamu dimerdekakan dari dosa dan setelah kamu menjadi hamba Allah, kamu beroleh buah yang membawa kamu kepada pengudusan dan sebagai kesudahannya ialah hidup yang kekal (Rm.6:22)

“Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu  untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah.” (1Ptr. 2:16)

 

Konsep menjadi seorang hamba umumnya dipandang rendah dalam masyarakat kita. Siapa yang mau menjadi ‘hamba’?.Semua orang pasti cenderung untuk memilih menjadi seorang yang memiliki kedudukan tinggi, gelar, nama besar—dan hamba yang siap melayani mereka. Terlebih kalau kita melihat konsep tentang seorang hamba dalam Alkitab; hamba merupakan seorang yang tidak memiliki hak apapun terhadap dirinya sendiri. Golongan hamba identik dengan keberadaan yang hina dan rendah. Suatu keberadaan dan keadaan yang dihindari orang. Bahkan para muridpun berlomba untuk menjadi yang terbesar—bukan hamba (Mrk 10:42-45)

Namum menarik ketika dalam Alkitab, Tuhan justru menggunakan istilah ini untuk merujuk relasi antara manusia dengan diri-Nya. Yesus sendiri juga disebut sebagai “hamba Allah” dalam pengertian khusus, yaitu bahwa Yesus Kristus datang ke dunia ini untuk melaksanakan kehendak Allah Bapa. Para rasul dan setiap orang percaya juga disebut sebagai “hamba Allah” atau “hamba Yesus Kristus”. Dan ayat di atas juga mengungkapkan bahwa kitapun dituntut untuk menjadi hamba Allah. Sebagai seorang hamba—seperti konsep hamba pada umumnya—memang kita dan para rasul serta orang percaya lain, tidak punya hak atas hidup kita. Sebagai seorang hamba kita terikat dan tunduk pada Tuan kita, yaitu Allah. Uniknya, ketika kita menghambakan diri kepada Allah, maka—berbeda dengan konsep hamba umum yang hina dan rendah—Allah justru menjanjikan kemuliaan, dibebaskan agar menjadi kudus dan menikmati hidup kekal di dalam Kristus Yesus. “…barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan” (Mat.23:12). Marilah kita merendahkan diri dihadapan Allah dengan menjadi hamba-Nya.                                                                             Dan