Diperhamba Uang

by samuelyasa


Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah

(Mat.12:21)

Kita pasti masih ingat tokoh Paman Gober dalam cerita komik Donald Bebek. Ya, Paman Gober merupakan seekor bebek kaya raya di Kota Bebek. Gudang-gudang uangnya berderet dan semuanya penuh. Setiap hari Paman Gober mandi uang disana, segera setelah menghitung jumlah terakhir kekayaannya, yang tak pernah berhenti bertambah. Namun meskipun hidup dengan segala kelimpahan uang yang tidak pernah habis, Paman Gober tetap saja pelit dan hidup dalam ketakutan; ketakutan akan kehilangan uangnya—sekalipun hanya sepeser!

Hal yang hanpir sama diungkapkan Yesus dalam perumpamaan tentang orang kaya yang bodoh dalam perikop ini (12:13-21). Dalam perumpamaan yang dipaparkan dalam bagian ini, orang kaya yang dikisahkan memang bukanlah termasuk dalam golongan orang jahat, ia tidak pernah menindas atau mengeruk harta milik orang lain, bahkan kalau kita perhatikan, orang kaya ini termasuk dalam seorang pekerja keras. Namun Tuhan Yesus dengan tajam Tuhan Yesus menunjukkan seperti apakah orang yang cinta uang, yakni bahwa orang yang tamak tidak akan pernah merasa cukup (ay.15a). Lebih lagi ketika uang sudah ditempatkan pada posisi yang utama dalam hidup (ay.15b). Semua perhatian, waktu dan pikiran terfokus hanya kepada pencarian dan pengumpulan harta yang tidak abadi. Dan ketika itu terjadi, yakinlah bahwa tidak akan ada kebahagiaan dan ketenangan sejati di dalamnya. Hidup hanya dikuasai oleh rasa was-was dan tekanan untuk memperoleh lebih banyak lagi…lagi…dan lagi.

Apalah artinya hidup yang demikian, menjadi tuan yang berkelimpahan harta namun justru diperbudak oleh harta itu sendiri. Firman Tuhan yang mengatakan, “Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya maka semuanya akan ditambahkan kepadamu“ (Mat. 6:33). Ingatlah bahwa uang hanya alat untuk dipakai oleh manusia. Uang tidak untuk disembah, kita bukan melayani uang. Uang untuk Tuhan maka biarlah uang kita menjadi berkat bagi orang lain. Betapa indah hidup kita kalau kita berserah sepenuhnya pada pemeliharaan Tuhan.                       Dan