Hanya Satu Tuan, Siapa Tuanmu?

by samuelyasa


Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia  akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.”                                                                                     (Lukas 16:13)

Kembali pada Lukas 16:13, pada dasarnya Tuhan Yesus tidak ingin kita menduakan Dia dengan sesuatu yang lain, entah uang atau harta kita. Hanya kepada Dia saja kita mengabdi. Kristus-lah tuan dan kita adalah hamba-Nya (Kol. 3:24). Untuk itu ketika melakukan pekerjaan di dunia sesuai bidang yang kita tekuni, kita diingatkan agar jangan sampai kita melupakan Tuhan. Jangan sampai pekerjaan itu membuat kita lupa berdoa, lupa bersekutu, lupa beribadah kepadaNya, lupa bersyukur, lupa memuji dan mendengar firman-Nya. Tuhan mengutus kita ke dalam dunia. Tetapi jangan sampai dunia membutakan mata kita dengan segala kemewahan dan gemerlap yang ada didalamnya. Boleh memiliki harta-kekayaan, tetapi ingat jangan sampai dikuasai oleh harta (mamon) tersebut. Sebab kalau kita dikuasainya, maka kita akan menjadi budaknya. Beberapa pesan penting untuk diingat: pertama, tempatkanlah Tuhan ditempat yang seharusnya, sebagai Tuhan dan Raja atas hidup kita. Kedua, jangan sekali-kali mengggantikan posisi Tuhan dengan hal-hal materi seperti halnya harta dan menjadikan diri kita sebagai mahkluk materialistis. Ketiga, pergunakan hidup kita untuk memuliakan Tuhan, melalui talenta atau harta yang Tuhan titipkan kepada kita. Keempat, minta Tuhan untuk menolong kita dalam mengelola keinginan kita terhadap materi seperti uang, harta dsb. Pertannyaan-pertannyaan untuk direnungkan: Siapa yang yang menjadi tuan dalam hidup kita saat ini? Apakah Tuhan, atau hal lainnya seperti harta, karir, status, kedudukan, hobi kita? Apakah kita sudah menempatkan Tuhan  sebagai yang paling utama dalam hidup kita? Ataukah masih menempatkan hal-hal lain dalam hidup kita menjadi yang paling utama? Siapakah tuan yang kita layani? Apakah Organisasi Gereja? Apakah para donatur atau orang-orang kaya? Apakah komisi atau bidang dimana kita melayani? Ingat hanya ada satu Tuan, siapa yang menjadi tuanmu.