Aku Adalah Budak Kristus

by samuelyasa


Dari Paulus, hamba Kristus Yesus, yang dipanggil menjadi rasul dan dikuduskan untuk memberitakan Injil Allah. (Roma 1:1)

 

Berbicara tentang tuan dan hamba, maka penting bagi kita untuk memiliki kesadaran tentang siapa diri kira dihadapan Tuhan. Oleh sebab itu menarik jika melihat pernyataan Rasul Paulus dalam surat Roma, yang menyebut dirinya sebagai hamba Kristus. Ia memakai kata doulos yang berarti budak atau hamba. Istilah budak sangat kontras dengan kurios yang berarti Tuhan atau tuan. Ketika Paulus menyebut dirinya sebagai hamba Kristus, itu berarti ia menempatkan dirinya begitu ‘rendah’, yang seharusnya tidak layak dihadapan Tuhan. Seorang budak yang tidak mempunyai hak atas hidupnya sendiri, dan harus bekerja hanya untuk kepentingan tuannya. Kata doulos  yang dipakai Paulus juga memberi penjelasan bahwa Paulus memposisikan dirinya sama seperti seorang budak yang hanya hidup untuk melayani dan mengabdi untuk kepentingan tuannya, yaitu Yesus Kristus. Hal tersebut tentunya juga kontras ketika melihat latar belakang kehidupan Paulus. Ia adalah seorang Farisi yang taat, dan dalam mentaati hokum Taurat ia tidak bercacat (Flp. 3:5, 6). Paulus juga memiliki wawasan, pengetahuan dan pendidikan tinggi. Kemudian setelah bertobat ia dipanggil untuk menjadi seorang Rasul. Namun, semua itu tidak membuat Paulus menjadi sombong dan lupa diri. Paulus juga tidak memanfaatkan jabatannya sebagai Rasul untuk mencari keuntungan atau untuk memperkaya diri sendiri. Bukan juga untuk mencari kekuasaan, dan popularitas, sebab ia sadar siapa dirinya dihadapan Tuhan yang Maha Kudus. Paulus menyadari bahwa dirinya hanya seorang budak, yang harus taat mengabdi kepada satu tuan, yaitu Kristus. Meskipun jika ia ingin mencari kekuasaan, keuntungan atau kekayaan, dan popularitas itu bisa ia lakukan, namun bukan itu motifasinya dan bukan itu yang ia cari. Sebagai budak ia sadar siapa dirinya dan apa yang harus ia lakukan. Ia tahu bahwa ia harus menghambakan diri hanya pada Kristus dan bukan yang lain. Paulus telah menghambakan diri secara total, menyerahkan dan mempersembahkan seluruh hidupnya untuk Kristus. Adakah kita pernah mengungkapkan pengakuan yang sama seperti Paulus yang mengatakan: bahwa “aku adalah budak Kristus?”.