Lebih Penting Mana, Tuhan Atau Uang?

by samuelyasa


Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan  membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.                                                                                      (Matius 6:24)

 

Ketika seseorang melihat bahwa kekayaan yang paling penting atau utama dalam hidupnya, maka ia akan melihat segala sesuatu yang berhubungan dengan kekayaan itu sebagai hal yang paling utama. Untuk itu, ia bisa saja rela melakukan apapun, dan meninggalkan tanggung jawab yang lain demi untuk mendapatkan lebih banyak kekayaan. Demi harta kekayaan bisa membuat seseorang menomorduakan atau bahkan meninggalkan Tuhan. Misalnya: dengan alasan terlalu lelah bekerja atau terlalu sibuk bekerja, bisa membuat seseorang mengesampingkan pentingnya berdoa dan membaca firman Tuhan. Kemudian memilih untuk beristirahat dan bersantai dihari Minggu dari pada beribadah kepada Tuhan.

Apakah kemudian bekerja itu kurang atau tidak penting? Sama sekali tidak demikian, bekerja itu juga sangat penting. Kita memang harus bekerja, mencari nafkah untuk diri sendiri atau untuk menghidupi keluarga. Akan tetapi perlu diketahui bahwa itu bukanlah hal yang paling utama dalam hidup kita. Sebab jika kita menjadikannya sebagai yang paling utama, maka suatu saat bisa membuat kita menjadi ‘budak’ harta. Ketika seseorang menjadi ‘budak’ harta, maka harta menjadi segala-galanya, dan dalam segala sesuatu akan menjadi prioritas dalam hidupnya.

Perlu dipahami, bahwa manusia diciptakan dan diberi hidup bukan hanya untuk bekerja agar menjadi kaya. Salah satu tujuan utama Allah menciptakan manusia adalah supaya manusia menyembah dan memuliakan Allah. Jadi, pada waktu Tuhan Yesus berbicara tentang Allah dan Mamon, salah satu hal penting yang ingin disampaikan adalah masalah prioritas dan sikap hidup seseorang dihadapan Allah. Manakah yang lebih penting, kekayaan ataukah Tuhan? Sebagai orang percaya kita harus menomorsatukan Tuhan dalam kondisi atau situasi apapun. Tentu saja bukan berarti kita harus meninggalkan pekerjaan, meninggalkan keluarga, sahabat dan sebagainya, tapi yang dimaksud adalah bagaimana kita harus menempatkan Tuhan diatas segala-galanya. Itu artinya kita harus menjadikan Tuhan sebagai Tuhan dan Raja atas hidup kita.

Iklan