Keteladanan Seorang Hamba Sekaligus Tuan (1) (Yohanes 13: 1-20)

by samuelyasa


Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya, kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu. Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan

Yohanes 13: 4-5, 13

Perenungan hari pertama sampai keempat, saya mengajak kita untuk melihat tentang alasan dan langkah yang dilakukan oleh Tuhan untuk datang dan menjadi manusia.  Perenungan tiga hari ke depan saya ingin mengajak kita dan menantang setiap kita untuk meneladani apa yang telah dilakukan oleh hamba sekaligus tuan tersebut.

Perenungan ini dimulai dengan sebuah teladan melayani dengan kerendahan hati yang dilakukan oleh Tuhan. Perhatikan dan renungkan pelayanan yang dilakukan oleh Tuhan Yesus kepada para murid-Nya.  Yesus membasuh kaki mereka.  Pelayanan membasuh kaki adalah pelayanan yang hina dalam tradisi orang Yahudi pada masa itu. Dicatatkan bahwa pelayanan ini bahkan tidak dilakukan oleh seorang hamba.  Biasanya orang yang datang ke rumah seseorang, mereka akan membasuh kaki mereka sendiri sedangkan seorang hamba hanyalah menyediakan air dan handuk untuk mengeringkan kaki.  Jadi, ketika Yesus melakukan pelayanan pembasuhan kaki ini maka Yesus sedang melakukan sebuah pelayanan yang sangat hina. Tetapi yang sangat menarik adalah Tuhan Yesus mengingatkan para murid bahwa supaya mereka melakukan hal yang sama seperti yang telah dilakukan oleh Tuhan (ay.15).

Maukah kita melakukan pelayanan yang seperti Yesus lakukan? Dia melakukan pelayanan yang paling hina dan yang bertentangan dengan budaya yang ada pada masa itu? Kalau kita mau jujur, bukankah kita terkadang pilih-pilih pelayanan? Kalau pelayanan itu tidak terlalu beresiko dan mendatangkan pujian, kita akan mengambil.  Tetapi kalau sebaliknya, mungkin kita akan berpikir ulang dan tidak mau ambil resiko.  Mari kita mengintrospeksi diri kita dan jujurlah di hadapan Tuhan serta berdoalah minta hikmat serta keberanian dari Tuhan.

Doa: Tuhan, tolong aku untuk berani meneladani-Mu dalam pelayananku sehingga apa yang aku lakukan berkenan kepada-Mu.  Amin.                Jho