Berawal dari Tindakan Radikal (Filipi 2: 1-11)

by samuelyasa


melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.

Filipi 2: 7

Salah satu doktrin Kristus yang sulit untuk dipahami adalah keilahian dan kemanusiaan Kristus. Ini menjadi sulit dimengerti karena manusia mencoba memasukkan Allah ke dalam pikirannya yang sangat terbatas.  Saya tidak mengajak kita untuk berdebat panjang tentang hal ini tetapi saya ingin mengajak kita untuk melihat bahwa inilah yang menjadi salah satu titik awal dari paradoksi yang terjadi berkenaan dengan tema kita minggu ini.

Filipi 2: 1-11 menuliskan tentang nasihat untuk merendahkan diri seperti Kristus.  Ayat 6-7 menuliskan “…walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah sebagai milik yang harus dipertahankan melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri dan mengambil rupa seorang hamba…”.  Bagian ini sedang membicarakan dan mempertegas tentang kemanusiaan Kristus. Ia tidak mempertahankan kesetaraan dengan Allah tetapi Ia benar-benar mengosongkan diri-Nya dan mengambil rupa seorang hamba sama seperti manusia.  Sebagai Allah, Yesus mengosongkan dan menanggalkan keilahian-Nya untuk menjadi seorang hamba.  Ia tidak ragu untuk melepaskan atribut-Nya.  Ia tidak malu untuk menjadi seorang hamba di dalam hidup-Nya.  pengosongan diri yang sangat radikal dari sesosok pribadi yang bernama Yesus.  Ia membiarkan tubuh jasmani yang lemah dan terbatas ini menjadi tempat bersemayamnya kuasa Ilahi yang ada pada-Nya.  Pengosongan diri dan pengambilan rupa hamba inilah yang membuat-Nya semakin terlihat agung dan luar biasa. Karena di balik tubuh jasmani yang lemah inilah terdapat kuasa Ilahi yang sangat besar yaitu kuasa Ilahi yang mampu menyelamatkan manusia dari belenggu dosa.

Anugerah keselamatan yang kita rasakan saat ini adalah buah dari tindakan radikal dari Yesus.  Tanpa adanya tindakan radikal pengosongan diri ini maka mungkin kita tidak akan ada di tempat ini dan tidak akan ada kesempatan bagi kita untuk menikmati anugerah keselamatan ini.  oleh karena itu mari syukuri itu dan imanilah dengan sungguh-sungguh doktrin keilahian dan kemanusiaan Kristus ini.

Doa: Tuhan, terima kasih karena Engkau adalah Tuhan yang tidak hanya memikirkan kenyamanan diri tetapi Engkau mau mengosongkan diri-Mu demi menyelamatkanku orang berdosa ini.  Amin.                         Jho