Bermula Dari Ketaatan Yesus (Ibrani 4: 14 – 5: 10)

by samuelyasa


Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya                                                    Ibrani 5: 8

 

Dalam Ibrani 4: 14 – 5: 10, dituliskan tentang peranan Imam Besar yang mewakili manusia datang kepada Allah.    Imam besar yang dipilih oleh manusia bertugas untuk mewakili umat untuk datang kepada Tuhan untuk memohonkan pengampunan dosa.  Tetapi imam besar yang dipilih oleh manusia ini juga adalah manusia yang berdosa.  Ia juga harus datang kepada Tuhan terlebih dahulu untuk memohonkan pengampunan atas dosa-dosanya. Imam besar yang dipilih oleh manusia ini tidak bisa menjadi mewakili manusia karena ia seorang berdosa.  Oleh karena itulah Yesus diutus ke dalam dunia untuk menjadi Imam Besar bagi manusia.  Ia menjadi Imam besar yang bukan saja mempersembahkan korban kepada Allah sebagai permohonan pengampunan dosa tetapi justru Ia mempersembahkan diri-Nya menjadi korban untuk pengampunan dosa manusia melalui kematian-Nya di atas kayu salib.  Ini hanya bisa dikerjakan oleh Tuhan Yesus karena Ia tidak berdosa.  Ibr. 4: 15 dituliskan bahwa Ia juga mengalami pencobaan tetapi Ia tidak melakukan dosa.

Ketika Ia akan menghadapi hukuman dosa yang ditimpakan kepada-Nya, Yesus mengalami kegentaran.  Lukas 22:39-46 menuliskan dan menggambarkan dengan detail bagaimana pergumulan Tuhan di taman Getsemani.  Di tengah-tengah pergumulan tersebut ada keinginan agar cawan pahit tersebut dijauhkan daripada-Nya.  Tetapi  Ia sadar apa yang menjadi tujuan kedatangan-Nya ke dalam dunia ini.  Ia datang untuk menjadi penebus manusia dari dosa-dosa mereka.  Ia datang untuk mati bagi manusia.

Hal terpenting yang kita pelajari hari ini adalah ketaatan Tuhan Yesus kepada Bapa.  Ia taat melaksanakan apa yang direncanakan Bapa atas diri-Nya.  Sebagai Anak, Ia taat kepada Bapa-Nya walaupun Ia harus melaluinya dengan jalan yang tidak mudah. Ia taat walaupun Ia tahu cara kematian-Nya sangatlah tidak manusiawi.  Tetapi Yesus memperlihatkan teladan ketaatan bagi setiap kita.  Keselamatan yang kita dapatkan dan rasakan saat ini semuanya berawal dari ketaatan Yesus kepada kehendak Bapa-Nya.

Doa: Tuhan, terima kasih untuk ketaatan-Mu kepada kehendak Bapa karena hanya dengan cara demikianlah saya bisa merasakan anugerah keselamatan yang luar biasa ini.  Amin.                                                      Jho