Berawal Dari Kasih Allah

by samuelyasa


Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.                                                                           Yohanes 3: 16

Ketika kita mencoba untuk merenungkan paradoksi tentang seorang hamba yang sekaligus menjadi seorang tuan maka kita akan dibawa masuk ke dalam sebuah situasi perenungan yang sangat unik.  Keunikkan yang dimunculkan dalam paradoksi ini adalah tentang bagaimana seorang tuan yang mau juga memposisikan diri untuk menjadi seorang hamba.  Kalau kita pertegas, bagaimana Tuhan yang adalah tuan memposisikan dirinya menjadi seorang hamba dan datang ke dalam dunia ini.  Dalam perenungan di hari pertama minggu ini saya ingin mengajak setiap kita untuk memikirkan tentang apa yang menjadi penyebab dari paradoksi ini.  Ayat di atas bukanlah ayat yang asing lagi bagi setiap kita.  Ayat ini mungkin menjadi salah satu ayat favorit kita.  Tetapi hari ini saya ingin mengajak kita untuk melihat lebih dalam lagi tentang ayat ini.

Ketika manusia diciptakan oleh Tuhan, manusia mempunyai hubungan yang sangat intim dengan manusia.  Manusia mampu menempatkan diri sebagai ciptaan Allah yang hidupnya menjadi bagian yang tahu siapa tuannya.  Tetapi ketika manusia jatuh ke dalam dosa maka kesadaran tersebut menjadi rusak.  Manusia semakin hari semakin kehilangan kesadaran sehingga rasa hormat dan takut kepada Tuhan penciptanya pun semakin memudar.  Manusia dalam hidupnya semakin berupaya untuk menjadi sama dengan penciptanya. Manusia berusaha dengan segala upayanya untuk memperlihatkan kesamaannya dengan Allah bahkan dalam praktek hidupnya, manusia bertindak seolah-olah dirinyalah tuan.

Allah sedemikian mengasihi manusia yang diciptakan-Nya ini sehingga Ia rela mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dunia demi memperbaiki konsep tuan dan hamba di dalam dunia.  Kedatangan-Nya ke dalam dunia untuk menjadi hamba tetapi juga tuan bagi ciptaan-Nya.  Menjadi hamba, Ia melayani Bapa yang menjadi tuan atas ciptaan dan juga melayani manusia tetapi sekaligus ia menjadi tuan atas manusia-manusia yang ada di muka bumi.

 

Doa: Tuhan, terima lasih atas inistiatifmu datang ke dunia untuk menyelamatkanku manusia yang berdosa ini.  amin.                                 Jho