MEMPERTAHANKAN KEKUASAAN

by samuelyasa


18:5 Daud maju berperang dan selalu berhasil ke mana juga Saul menyuruhnya, sehingga Saul mengangkat dia mengepalai para prajurit. Hal ini dipandang baik oleh seluruh rakyat dan juga oleh pegawai-pegawai Saul. 6 Tetapi pada waktu mereka pulang, ketika Daud kembali sesudah mengalahkan orang Filistin itu, keluarlah orang-orang perempuan dari segala kota Israel menyongsong raja Saul sambil menyanyi dan menari-nari dengan memukul rebana, dengan bersukaria dan dengan membunyikan gerincing; 7 dan perempuan yang menari-nari itu menyanyi berbalas-balasan, katanya: “Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, tetapi Daud berlaksa-laksa.” 8 Lalu bangkitlah amarah Saul dengan sangat; dan perkataan itu menyebalkan hatinya, sebab pikirnya: “Kepada Daud diperhitungkan mereka berlaksa-laksa, tetapi kepadaku diperhitungkannya beribu-ribu; akhir-akhirnya jabatan raja itu pun jatuh kepadanya.” 9 Sejak hari itu maka Saul selalu mendengki Daud.                             (1 Samuel)

 

Menerima kelebihan dan keberhasilan orang lain adalah sebuah sukses terbesar dari seseorang, karena sekaligus kita menyadari dan mengakui segala kelemahan kita.  Sekalipun kita harus menerima fakta bahwa hidup manusia memiliki kelemahan dan kelebihannya. Tidak pernah ada manusia di dalam dunia ini (kecuali Yesus Kristus) yang hanya memiliki kelemahan atau kelebihan saja. Kedua unsure ini selalu ada dan saling melengkapi dalam pembentukan kepribadian dan karakter seseorang.

Bagi Saul sangatlah sulit untuk mengakui kehebatan Daud. Itu bisa dikarenakan oleh beberapa hal, antara lain:

  • Posisi Saul sebagai Raja, orang no 1 dan yang ditinggikan
  • Kelebihan Daud diekspos oleh rakyat (para wanita segala kota)
  • Bagi Saul ini bukan permasalahan antara dirinya dan Daud, tetapi menyakup respon rakyat dan kekuasaannya.

 

Perenungan

Mungkinkah apa yang terjadi pada Saul dapat terjadi pula dalam diri anda? Dalam hal apa hal itu mungkin terjadi? Dan mengapa hal itu bisa terjadi?         jp