Aku Berhutang? Roma 1:8-15

by samuelyasa


Aku berhutang baik kepada orang Yunani, maupun kepada orang bukan Yunani, baik kepada orang terpelajar, maupun kepada orang tidak terpelajar. Itulah sebabnya aku ingin untuk memberitakan Injil kepada kamu juga yang diam di Roma. (Rm. 1:14-15)

 

Ketika mendengar hutang, maka kita akan menjumpai beberapa jenis orang yang berkaitan dengan kata ini.  Pertama, ada orang yang berhutang dan merasa harus segera melunasi hutang itu. Namun, tidak demikian dengan orang jenis kedua ini.  Kedua, orang yang berhutang namun tidak pernah merasa memiliki hutang. Oleh sebab itu, tidak pernah terlintas dalam pikiran orang jenis kedua ini untuk membayar hutang. Bagaimana ia berpikir untuk membayar hutang, wong ia hanya berpikir bahwa ia tidak pernah punya hutang. Oleh karena itu, ketika berbicara mengenai hutang, maka respon dan pikiran yang benar mengenai hutang adalah respon dan pikiran dari orang tipe yang pertama.  Ia sadar bahwa ia punya hutang dan wajib dengan segera membayar hutang itu.

Hal inilah yang terdapat dalam kata berhutang dalam bagian ini.  Kata berhutang berasal dari kata Yunani, ofeileths. Kata ini merupakan sebuah kata yang memiliki makna yang sangat kuat dan menyiratkan mengenai sebuah keharusan.  Jadi jika seorang yang berhutang adalah seorang yang harus dan wajib untuk diselesaikan. Jika demikian, apa yang menjadi hutang dari Paulus yang harus segera dibayar lunas? Paulus berhutang Injil kepada orang Yunani, maupun kepada orang bukan Yunani, baik kepada orang terpelajar, maupun kepada orang tidak terpelajar.  Hutang Injil inilah yang membuat Paulus ingin untuk memberitakan Injil kepada jemaat di Roma.  Lalu, kapan Paulus berhutang kepada mereka? Apa artinya kalimat ini? Yang dimaksud oleh Paulus dengan hutang Injil adalah karena melalui Injil Paulus diselamatkan dan kepada Paulus telah dipercayakan Injil itu. Hal inilah yang membuat Paulus berhutang untuk memberitakan Injil.

Hutang Injil bukan hanya dialami dan ada pada diri Paulus semata. Melainkan ada dalam diri setiap orang percaya kepada Tuhan, setiap orang yang sudah pernah mengalami Injil Kristus Yesus. Kepada kita, orang-orang percaya, berita Injil itu dipercayakan. Dengan demikian, kita menjadi orang yang berhutang Injil. Jika demikian, apa yang harus kita lakukan? Kita harus segera membayar lunas hutang itu.  Bagaimana caranya? Dengan memberitakan Injil kepada mereka yang belum mengalami Injil Kristus yang mengubah status kita. Sudahkah kita melunasi hutang Injil kita?  Kiranya Tuhan menolong kita. Amin.                          cu