SUDAHKAH KU CERITAKAN KASIH-NYA? (2) Lukas 8:26-39

by samuelyasa


“Pulanglah ke rumahmu dan ceriterakanlah segala sesuatu yang telah diperbuat Allah atasmu.” Orang itupun pergi mengelilingi seluruh kota dan memberitahukan segala apa yang telah diperbuat Yesus atas dirinya. (Luk 8:39)

 

Renungan yang kita baca dimulai dengan pendaratan Yesus di daerah Gerasa. Dalam kisah yang di catat oleh Lukas, kita menjumpai beberapa kelompok orang. Namun, hari ini akan mempelajari dan merenungkan satu kelompok orang saja. Di daerah ini, ada seorang yang dirasuki oleh setan-setan. Kondisinya sangat mengenaskan, dari mana kita tahu? Ia tidak berpakaian dan tinggal di pekuburan.  Bukan hanya tu saja, ia menderita karena dirasuk oleh setan-setan. Coba perhatikan apa yang ia alami? Dikatakan bahwa roh itu sering menyeret-nyeret dia. Hal ini menyebabkan ia harus dibelenggu dan dirantai. Namun, karena kuasa dari roh yang ada dalam dirinya cukup besar menyebabkan ia mampu untuk memutuskan rantai yang membelenggu dirinya.

Ketika Yesus melihat dirinya, maka tersungkurlah ia dan berkata dengan suara keras demikian, “Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus Anak Allah Yang Mahatinggi? Aku memohon kepada-Mu, supaya Engkau jangan menyiksa aku.” Kalimat ini muncul dikarenakan Yesus memerintahkan roh jahat itu keluar dari dirinya.  Dalam kesempatan ini, kita melihat bahwa roh jahat ini tidak mau masuk ke dalam jurang. Namun, karena di sana ada sejumlah besar babi yang sedang mencari makan di lereng gunung, setean-setan itu masuk ke dalam babi-babi itu.  Lalu apa akibatnya? Kawanan babi itu terjun dari tepi jurang ke dalam danau hingga mati lemas.  Setelah orang itu dibebaskan, maka ia ingin mengikut Yesus.  Namun, Tuhan meminta ia untuk pulang ke rumahnya dan menceritakan segala sesuatu yang telah diperbuat oleh Tuhan atas dirinya dan ia pun pergi dan melakukan seperti apa yang telah Yesus perintahkan.

C.H. Spurgeon –sebagaimana dikutip oleh Budi Asali- mengatakan demikian, “If you can tell such a story, do not keep it to yourself. If Jesus has done great things for thee, be ever ready to speak of it, till all men shall know what Christ can do.” (Jika engkau dapat menceritakan sebuah kisah, jangan simpan kisah itu untuk dirimu sendiri. Jika Yesus telah melakukan sesuatu yang besar bagi dirimu, siap sedialah untuk membicarakannya, hingga semua orang mengetahui apa yang Kristus dapat lakukan). Bagaimana dengan kita? Apakah kita sudah menceritakan karya Kristus di atas salib yang telah menebus dosa kita? Jika belum, sekaranglah saatnya. Kiranya Tuhan menolong kita sekalian. Amin.                            cu