Penjala Manusia (3): Mengalami Tuhan (Lukas 5:1-15)

by samuelyasa


Sebab ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia takjub oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap; (Luk. 5:9)

 

Setelah mereka mendapatkan ikan dalam jumlah yang banyak, maka Simon dan orang-orang yang ada di sana menjadi takjub. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata takjub memiliki pengertian kagum dan heran (akan kehebatan, keindahan, keelokan seseorang atau sesuatu). Dengan demikian, kata takjub di sini digunakan dalam maksud ada kekaguman dari orang-orang yang ada pada waktu itu, ketika melihat ikan yang ditangkap dalam jumlah yang banyak. Setelah itu, Simon dan kedua anak Zebedeus, Yakobus dan Yohanes, dipanggil untuk menjadi manusia.  Alkitab mencatat bahwa mereka meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Yesus.  Suatu hal yang luar biasa, di mana mereka yang pertamanya sangsi akan perintah Tuhan untuk menebarkan jala sekarang mereka percaya kepada Tuhan 100%. Karena itulah mereka berani meninggalkan segala sesuatu dan pergi mengikut Tuhan. Pengalaman bersama dengan Tuhan membuat Simon dan kedua anak Zebedeus berani mengikut Tuhan, menjadi seorang penjala manusia. Pengenalan mereka kepada Tuhan tidak membuat mereka takut untuk menjadi penjala manusia.

Pengalaman bersama dengan Tuhan menjadi satu faktor penting dalam memberitakan Injil. Bagaimana mungkin seorang yang tidak mengenal Tuhan dapat memceritakan tentang Tuhan-nya? Bagaimana mungkin seorang yang tidak pernah mengalami cinta kasih Tuhan menceritakan kasih Tuhan? Bisa mungkin. Mereka hanya menceritakan kasih Tuhan berdasarkan apa yang mereka ketahui dari buku-buku atau sumber-sumber lain yang mereka baca atau dari training-training penginjilan yang diadakan seperti: evangelism explosion (EE), empat hukum rohani dan berbagai macam training penginjilan yang lainnya. Jika demikian, apa yang mereka sampaikan adalah kulit-kulitnya saja. Karena sesungguhnya mereka tidak pernah mengalami Tuhan dalam kehidupan mereka sehari-hari.

Bagaimana dengan kita sekalian? Bagaimana pengalaman hidup kita bersama dengan Tuhan? Sudahkah kita mengalami Tuhan dalam perjalanan kehidupan kita sehari-hari? Jikalau belum, mari minta Tuhan menolong kita sekalian dan biarlah pengalaman yang otentik dengan Tuhan boleh dipakai Tuhan menjadi alat yang efekif di dalam kita membeitakan Injil Tuhan. Kiranya Tuhan memampukan kita sekalian. Amin.                                                                                                          cu