Penjala Manusia (2): Panggilan Hidup Orang Percaya (Lukas 5:1-15)

by samuelyasa


Demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Kata Yesus kepada Simon: “Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia.” (Luk. 5:10)

 

 

Setelah Simon Petrus mengaku dosa, status Simon Petrus telah diubahkan oleh Tuhan. Coba kita perhatikan dengan kata apa Petrus memanggil Yesus. Di dalam ayat ke-5, Simon Petrus memakai kata “Guru” untuk memanggil Yesus.  Namun, setelah ia mengaku dosa dan diubahkan statusnya, maka ia menggunakan kata yang berbeda untuk memanggil Yesus.  Ia menggunakan kata “Tuhan.”  Setelah itu, ia dipakai Tuhan untuk menjadi penjala manusia. Jikalau demikian, boleh dikatakan bahwa panggilan menjadi penjala manusia adalah panggilan setiap orang percaya. Yakub Susabda dalam sebuah khotbahnya menyatakan demikian, “Pekabaran Injil bukan panggilan agamawi, sehingga tidak setiap orang boleh mengabarkan Injil.”  Bagi beliau, PI adalah panggilan hanya bagi orang percaya yang sudah mengalami keselamatan Yesus Kristus untuk memberitakan apa yang sudah dialami bersama dengan Tuhan baik secara verbal ataupun non verbal dengan waktunya Tuhan, bijaksana dari  Tuhan dan kekuatan dari Tuhan.

Panggilan memberitakan Injil bukanlah panggilan yang sembarangan.  Panggilan mulia ini harus dimulai dulu dengan perubahan status hidup kita, dari orang berdosa menjadi orang yang dibenarkan.  Setelah itu, setiap orang percaya dipanggil untuk menjadi penjala manusia. Setiap orang percaya yang sudah mengalami cinta kasih Tuhan, mereka pasti memiliki kerinduan untuk memberitakan Injil. Hati mereka menjadi gelisah ketika mereka belum menjalani panggilan ini. Orang yang sudah mengalami cinta kasih Tuhan pasti rindu membagikan dan menceritakan cinta kasih Tuhan itu. Simon Petrus, di dalam khotbah yang disampaikan pada waktu Pentakosta menceritakan bagaimana cinta kasih Tuhan yang telah dia alami kepada mereka yang belum mengenalnya dan kita mendapati ada sekitar tiga ribu jiwa yang mengenal dan menerima cinta kasih Tuhan itu.

Bagaimana dengan kita, orang-orang percaya hari ini? Sudahkah kita menyadari panggilan hidup kita sebagai orang-orang percaya? Jikalau kita sudah menyadari, berapa banyak waktu yang kita gunakan untuk memberitakan cinta kasih Tuhan yang sudah kita alami? Berapa banyak tenaga kita, kita gunakan untuk membagikan cinta kasih Tuhan yang sudah mengubahkan hidup kita? Kiranya Tuhan memampukan setiap kita. Amin.