Penjala Manusia (1): Status Diubahkan (Lukas 5:1-15)

by samuelyasa


Ketika Simon Petrus melihat hal itu iapun tersungkur di depan Yesus dan berkata: “Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa.” (Luk. 5:8)

 

Suatu kali Tuhan Yesus, berdiri di tepi pantai danau Genesaret.  Ditengah-tengah kerumunan orang banyak itu, ia melihat ada dua perahu berada di tepi pantai. Rupanya, sang nelayan telah turun dan sedang membasuh jalanya. Dalam kesempatan itu, ia naik ke dalam salah satu perahu, yaitu perahu Simon.  Kemudian, ia menyuruh Simon untuk menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Bagi Simon, hal ini tidak menjadi masalah. Sembari ia duduk di atas perahu, Yesus mengajar orang banyak. Setelah Ia selesai berbicara, berkatalah Ia kepada Simon, “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.”  Lalu, dengan segera Simon merespon, “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.”

Coba perhatikan, perkataan dari Simon, “tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.” Melihat dari perkataan ini, Simon tetap menebarkan jala, namun di dalam hatinya mungkin ia nggrundel (baca: ngedumel). Mengapa demikian? Karena ia adalah seorang nelayan yang tahu dan mengerti kondisi danau Genesaret. Tidak demikian dengan Yesus, ia hanya seorang tukang kayu dan tidak mungkin mengerti tentang mencari ikan di tengah laut. Namun, karena kepatutan dan kesopanan ia melakukan apa yang diperintahkan oleh Tuhan Yesus. Dengan demikian, dengan perasaan yang tidak percaya, Simon menebarkan jalanya untuk menangkap ikan.  Setelah itu, ia mendapatkan ikan dalam jumlah yang banyak.  Melihat hal ini, maka Simon Petrus tersungkur kepada Tuhan dan berkata: “Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa.”

Perhatikan ucapan ini. Petrus sadar bahwa dirinya adalah orang yang berdosa. Ia tahu betul bahwa di dalam dirinya memiliki hati yang tidak percaya kepada Tuhan. Ia merasa tidak layak di hadapan Tuhan. Oleh karena itu, dengan kerendahan hati Petrus datang dan tersungkur kepada Tuhan. Ia telah mengalami cinta kasih Tuhan dan Tuhan telah mengubah status Simon. Setelah itu, Simon dipakai Tuhan menjadi seorang penjala manusia.Sebelum kita memberitakan Injil, sudahkah status kita diubahkan?  Sudahkah kita dibebaskan dari dosa? Sudahkah kita menjadi pengikut-Nya? Kiranya Tuhan menolong setiap kita sekalian. Amin.                   cu

Iklan