Tebarkan Kebaikan Sebanyak-banyaknya

by samuelyasa


“Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya? Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: “Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!” 

             Roma 10: 14-15

 

Saya memperhatikan orang-orang yang sedang memancing, ternyata ia tidak hanya melemparkan satu kail saja, melainkan banyak kail lalu ia menunggu dengan sabar dan memperhatikan gerakan selanjutnya (yang biasanya ditunjukkan dengan tanda bunyi bahwa umpan telah dimakan ikan). Begitu terdengar bunyi, maka tali kail akan ditarik. Pelajaran yang saya peroleh adalah tidak jemu untuk terus melemparkan umpan serta mengganti umpan apabila telah habis. Menunggu dengan sabar dan memperhatikan tanda yang telah dipasang, lalu dengan segera menarik kail apabila ikan sudah memakan umpannya.

 

Dalam memberitakan kabar baik, kita juga perlu kesabaran dan kepekaan untuk dapat menjangkau dengan tepat. Bukan dengan segala cara, atau bahkan menghalalkan segala cara, namun sesungguhnya kesaksian hidup kita sendiri sebagai orang-orang yang sudah diselamatkan adalah “umpan” yang sangat baik. Tanda yang paling nampak sebagai orang sudah diselamatkan adalah dari buah kehidupan rohani kita yang dinyatakan dalam realitas kehidupan.

 

Umpan itu adalah kesaksian hidup kita sendiri, bukan dengan sesuatu yang memanipulasi orang lain untuk menjadi percaya. Kesaksian hidup dapat dinyatakan melalui kebaikan-kebaikan yang dinyatakan dengan kasih dan ketulusan. Jadi marilah kita menebarkan kebaikan dari kasih Tuhan sebanyak-banyaknya, dan lihatlah karya Allah selanjutnya.

 

Doa; Tuhan Yesus, ubahkan hidupku agar dapat menjadi saksi-Mu, di manapun, kapanpun agar mereka percaya kepada-Mu, amin.”           Giant