Kepekaan yang Harus Diasah

by samuelyasa


“Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap. Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka”

            Matius 13: 14-15

 

Masih ingatkah kita akan peristiwa jatuhnya pesawat Sukhoi di gunung salak, Jawa Barat beberapa waktu yang lalu? Setelah diadakan penyelidikan (investigasi) yang cukup lama, maka diumumkan sebab musabab pesawat jatuh. Headlines news di beberapa media menulis demikian “Pesawat Sukhoi jatuh akibat kesalahan pilot, yaitu mengobrol sehingga tidak memperhatikan tanda bahaya yang ada di panel”.

 

Pilot Sukhoi sebenarnya bukan pilot yang baru di dunia penerbangan. Data dan pengalaman sang pilot sesungguhnya memiliki track record yang bisa kita katakan luar biasa (wooow) hebatnya. Dia juga adalah pelatih (instruktur) angkatan udara Rusia yang mampu menerbangkan pesawat tempur, dan tentunya sangat memahami pesawat jenis Suhkoi. Namun ia mengindahkan peringatan di panel pesawat dan memilih untuk mengobrol dengan co-pilot. Kecerobohan yang berakibat fatal yang akhirnya membawa petaka, pesawat hancur menabrak gunung.

 

Kisah ini dapat memberikan gambaran kepada kita, khususnya kepekaan kita terhadap Firman Tuhan. Entah berapa banyak Firman yang sudah mengingatkan kita agar kita dapat memberikan respon seperti yang Tuhan inginkan, namun kita sering memilih untuk melewatkan begitu saja dan menganggapnya “angin lalu” Kita semakin kehilangan kepekaan akan pimpinan Tuhan, sebab kita lebih senang menerima hal-hal yang memuaskan kedagingan semata.

 

Doa; Tuhan Yesus,kami mau belajar untuk menaati Firman-Mu, dan biarlah kuasa Roh Kudus senantiasa mengingatkan kami, agar kami menjadi peka akan pimpinan-Mu, amin.                                                                    Giant