Jadilah tanah liat lebih dulu!

by samuelyasa


Kej.32: 28,” Lalu kata orang itu: “ Namamu tidak akan disebut lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang.                                      Kejadian 32: 28

 

Pernahkah anda saat berbelanja di pasar swalayan, mendorong kereta belanja yang susah dikendalikan? Kereta belanja itu berjalan berlawanan dengan kemauan anda. Ia bersikeras belok kanan ketika anda ingin belok kiri, dan sebaliknya. Bagaimana perasaan anda? Jengkel? Bila itu yang anda rasakan, saya kira itu hal yanvg wajar! Saya juga pernah mengalami begitu. Kereta belanja seperti itu memang sangat menjengkelkan dan hanya akan membuat kita bertambah kesal dan pegal. Sebaiknya diganti saja.

Lalu, pernahkah terpikir oleh kita, kalau-kalau hidup kita seperti kereta belanja yang sukar dikendalikan oleh Allah? Ketika Tuhan mau membawa kita ke kanan, kita sengaja membelok ke kiri. Kira-kira apa yang Tuhan inginkan, kita tidak mau lakukan. Kita tidak mau Allah mengatur hidup pribadi kita, kita mau mengatur diri sendiri.

Mungkin dalam hati kita menyanggah,” Ah, itu tidak mungkin! Selama ini saya hidup baik-baik saja. Saya masih berdoa, mengikuti kebaktian dan melayani Tuhan! Inilah persoalannya! Karena berada dalam lingkungan yang bersifat religi, dan masih melakukan aktivitas religius, sulit bagi kita untuk menyadari bila jalan kita telah berlawanan dengan jalan Allah bahkan menjadi penentang Allah. Bukankah itu yang terjadi kepada orang-orang Farisi dan Ahli Taurat pada zaman Tuhan Yesus? Mereka merasa oke-oke saja bahkan merasa excellent di mata Allah. Namun, kita tahu bagaimana jengkel Tuhan Yesus melihat kehidupan mereka.  Mereka seperti kereta belanja yang sukar dikendalikan.

Allah tidak membuang Yakub. Tetapi, Allah mengubah namanya, bukan lagi Yakub sebagai penipu, tetapi Israel, yang artinya: pejuang Allah. Lebih dalam, Allah mau mengubah karakter Yakub, agar bisa dipakai Allah sebagai leluhur Israel, dimana keturunannya menjadi umat Allah. Kuncinya: Perubahan!

Saudara dan saya harus berubah lebih dahulu, sebelum kita mengubah orang lain. Mungkin kita bukan seperti Yakub yang keahliannya menipu, tetapi ada karakter yang lain yang mengendap dalam diri kita. Mari kita menjadi tanah liat yang lembut, agar dibentuk tangan penjunan kita menjadi bejana yang dipakainya.

Doa: Tuhan jadikan kami tanah liat yang lembut, agar siap Engkau bentuk seturut kehendak-Mu!                                                                             fd