Ketaatan Itu Rahasianya

by samuelyasa


”Kata Maria:”Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.                                                                               Lukas 1: 38

 

 

Pada 2 Agustus 1990, tengah malam, pasukan militar Irak dibawah pimpinan Presiden Sadam Husein, tiba-tiba menginvasi Kuwait. Pesawat-pesawat tempurnya masuk ke daerah negara Kuwait dan membombardir pertahanan militer Kuwait dengan puluhan bom. Bersamaan dengan itu, angkatan darat Irak bergerak masuk untuk membantu penyerangan. Tentara Kuwait yang tidak menyangka akan mendapat serangan secara mendadak terpukul mundur. Dalam sekejap, Kuwait ditaklukkan oleh Irak.

Tidak lama kemudian, Amerika Serikat dan negara-negara sekutu menyiapkan pasukan pembebasan Kuwait. Perang terbuka tidak bisa dihindari. Bom-bom dilepaskan, rudal-rudal diluncurkan, dan korbanpun berjatuhan. Pasukan Sekutu semakin mendesak maju. Akhirnya, pasukan Irak lari tunggang-langgang dan Kuwait kembali merdeka. Dunia memuji pasukan Sekutu. Apa kunci keberhasilan pembebasan ini? Memilih personel terbaik, itulah jawabannya.

Memilih pasukan terbaik merupakan faktor yang penting dalam melaksanakan sesuatu mega proyek, apa lagi yang menyangkut jiwa manusia. Tanpa personel yang baik, sebuah perencanaan yang matang, peralatan teknologi yang canggih, fasilitas yang memadai dan faktor penunjang lainnya bisa gagal total. Setiap pemimpin yang baik memegang prinsip ini.

Tetapi Tuhan mempunyai prinsip yang berbeda. Ini nyata dalam kisah pembebasan manusia dari invasi dosa. Di dalam mewujudkan rencana-Nya menyelamatkan manusia, tahukah anda siapa yang dipilih-Nya sebagai alat? Sangat mengejutkan, karena ia tidak memilih personel terbaik, personel terlatih. Ia memilih seorang gadis remaja yang sangat sederhana yang akan menjadi orang pertama yang terlibat dalam misi itu. Namanya: Maria.

Disini kita melihat bahwa prinsip pemilihan Allah berbeda dengan pemilihan manusia. Prioritas Allah bukanlah mencari orang-orang yang extraordionary. Prioritas Allah adalah mencari orang yang mau taat pada panggilan-Nya sehingga melalui orang itu, Ia dapat mewujudkan rencana-Nya. Jadi, kalau anda mau dipakai Tuhan memenangkan jiwa bagi-Nya, bersama dengan Paulus, kita harus mengakui bahwa “di dalam kelemahan kita, justru kuasa Allah bekerja dengan sempurna.” Marilah kita mentaati panggilan-Nya: Jadikan semua bangsa murid-Ku! Kemuliaan hanya bagi Tuhan.                fd