MISI & PROBLEM KETAATAN

by samuelyasa


21:28 “Tetapi apakah pendapatmu tentang ini: Seorang mempunyai dua anak laki-laki. Ia pergi kepada anak yang sulung dan berkata: Anakku, pergi dan bekerjalah hari ini dalam kebun anggur. 29 Jawab anak itu: Baik, bapa. Tetapi ia tidak pergi. 30 Lalu orang itu pergi kepada anak yang kedua dan berkata demikian juga. Dan anak itu menjawab: Aku tidak mau. Tetapi kemudian ia menyesal lalu pergi juga. 31 Siapakah di antara kedua orang itu yang melakukan kehendak ayahnya?” Jawab mereka: “Yang terakhir.” Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah.                                        (Matius)

 

 

Manusia pernah dan masih mengagungkan pola pikir dan pengetahuan sebagai contributor peningkatan kualitas hidupnya, sehingga timbul anggapan orang semakin berpengetahuan maka semakin baik pula akhlak dan budinya; semakin berpendidikan dan berpola pikir baik maka semakin baik pula karakter, budaya dan keberadabannya.

 

Sesungguhnya masalah ini adalah masalah klasik dan klise karena pemehaman di atas telah ditumbangkan oleh sejarah manusia itu sendiri yang seringkali kesederhanaan justru mampu melahirkan karakter manusia yang lebih sejati.  Ketulusan sering muncul dari kesederhanaan berpikir.

 

Kekristenan sendiri tidak luput dari pergumulan demikian. Problem terbesar  yang dihadapi oleh kekristenan dan gereja Tuhan tidak terletak pada kurangnya pengetahuan, pengajaran dan berbagai doktrin yang bisa dicekokkan, namun terletak pada sebuah keberanian mengambil komitmen untuk hidup secara kristiani dengan nilai-nilai kebenaran firman Tuhan. Ketaatan menjadi salah satu nilai yang sulit ditegakkan dalam realita hidup orang-orang kristen.

 

Bacaan kita hari ini mengungkapkan sebuah realita bahwa nilai karakter seorang anak Tuhan tidak terletak pada janji dan kesanggupan memberi jawab atas sebuah perintah, melainkan pada seberapa besar ketaatan untuk melakukan perintah yang Tuhan berikan kepada kita.       jp