MISI: BUKAN SEKEDAR PENUGASAN

by samuelyasa


6:7 Ia menyentuhkannya kepada mulutku serta berkata: “Lihat, ini telah menyentuh bibirmu, maka kesalahanmu telah dihapus dan dosamu telah diampuni.” 8 Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: “Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?” Maka sahutku: “Ini aku, utuslah aku!”                            (Yesaya)

 

Film Mission Impossible selalu diawali dengan pemberian perintah atau penugasan yang disampaikan kepada sang agen, dan agar tidak diketahui oleh pihak yang lain maka selalu dihancurkan pesan-pesan atau perintah tersebut dalam beberapa detik berikutnya.  Demikian halnya dengan film-film yang lain, sebelum seseorang atau sebuah team bergerak selalu diawali dengan perintah-perintah yang di follow up dengan persiapan-persiapan.  Saya rasa itu bukan saja di film, tetapi dalam realita hidup prosedur operasional standart-nya memang harus demikian. Tidak jelas, maka misi digagalkan, atau tidak dilaksanakan, atau tidak ada yang melakukannya.  Tidak mengherankan hal itu harus demikian karena kita meninjau sebuah misi dari sudut pandang penugasan dan terkait dengan apa-apa saja yang harus kita lakukan untuk mencapai sasaran (visi).

Menimbang dari cara berpikir dan merespon seperti di atas maka bagi saya Yesaya bereaksi luar biasa, alias nekat dengan menawarkan diri untuk di utus oleh Tuhan tanpa mengetahui apa jobdis-nya, apa sasaran (tujuannya), di mana hendak dilaksanakan. Tidak ada salahnya kita mencoba merenungkan apa kira-kira yang menjadi penyebab Yesaya merespon begitu spontan dengan berkata: Ini aku, utuslah aku!”

Ada 3 (tiga) alternative yang ingin saya tawarkan mengapa Yesaya berespon demikian, yakni:

  • Apakah semata-mata hanya  reaksi dari pertanyaan Tuhan di ayat 8.
  • Apakah ini terkait dengan pengudusan dan pengampunan dosa yang telah ia alami?
  • Apakah  ditimbulkan oleh perjumpaan dan pengenalan akan Allah yang Kudus sehingga ia tidak mempermasalahkan penugasannya?

Misi lebih dilandaskan pada pengenalan kita kepada sang pemberi mandat.