MISI → ISI HATI ALLAH

by samuelyasa


28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, 20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”                                                                 (Matius)

Saya ingin mengajak anda merenungkan tema hari Misi à Isi Hati Allah, dalam arti melaksanakan misi yang Tuhan percayakan sesungguhnya menjadi isi hati-Nya; menjadi kerinduan-Nya agar setiap orang percaya yang telah menerima kasih karunia keselamatan melaksanakan misi-Nya ini dan dengan cara demikian akan menyukakan hati Allah. Dengan kata lain, bila kita melaksanakan misi-Nya maka kita mengetahui isi hati-Nya.

Mengapa kita harus meresponnya dengan cara demikian? Ada beberapa alasan secara teologis yang harus kita pahami. Di antaranya:

  • Tahukah anda bahwa Allah kita adalah Allah yang bermisi. Karena IA adalah Allah yang bermisi maka IA adalah Allah yang menyatakan diri kepada manusia. IA bukan Allah yang narsis dan eksis agar dikenal dan diketahui. Pernyataan-Nya adalah misi-Nya.
  • Puncak pernyataan-Nya IA rela menjadi sama dengan manusia dan sekaligus puncak misi-Nya yang diselesaikan di kayu salib.
  • Karena IA adalah Allah yang bermisi maka IA memberikan mandat penugasan misi-Nya kepada kita, sekaligus memberikan penyertaan-Nya. IA bukan Allah yang tidak sanggup lagi dan “kekurangan waktu” sehingga melimpahkan kepada kita. Misi bukanlah pelimpahan tugas. Misi yang dipercayakan dan kita lakukan adalah isi hati-Nya dan kerinduan-Nya.
  • Dari sudut pandang ini maka nubuatan, kelahiran, salib dan kebangkitan dan penugasan Amanat Agung menjelang Pentakosta adalah Misi Allah bagi dunia yang integral. Misi Allah tidak terpisah dari karya keselamatan yang IA lakukan.

Apakah anda masih mencari kehendak Tuhan. Misi adalah kehendak-Nya, misi adalah isi hati-Nya yang IA ingin engkau lakukan dalam hidupmu.     jp