MENAFSIRKAN MISI ALLAH

by samuelyasa


28:16 Dan kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka. 17 Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu. 18 Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. 19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, 20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”                         (Matius)

 

Menindak lanjuti perenungan kita kemarin, apakah anda melihat kejanggalan dengan pemahaman tersebut, yakni pemahaman bahwa amanat Agung hanya diberikan kepada murid-2 Yesus di satu waktu dan di suatu tempat dan tidak berlaku bagi kita sekalian? Bagi saya ada beberapa kejanggalan, antara lain:

  • Kejanggalan sasaran. Semua bangsa bisa ditafsir semua orang, semua suku atau semua bangsa (nation). Bagaimana amanat ini dapat diselesaikan oleh mereka? Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan? Sanggupkah mereka menuntaskannya? Misi sukseskah atau misi gagalkah?
  • Kejanggalan proses. Amanat ini menjadi lebih berat dan lebih lama karena Yesus tidak memerintahkan sekedar pengabaran melainkan memuridkan. Dengan demikian lebih tidak mungkin misi ini dapat diselesaikan oleh para murid.
  • Kejanggalan tenggang waktu. Bila amanat ini adalah penugasan sesaat dan hanya kepada mereka sampai akhir hayat mereka, mengapa Yesus repot-2 memberikan penyertaan sampai akhir zaman. Mungkinkah Yesus salah mengucapkan hal ini?
  • Kejanggalan kesinambungan.  Saya tidak tahu bagaimana seseorang tersebut berpikir tentang dirinya yang menjadi orang Kristen. Bila amanat itu terbatas oleh tempat dan waktu, lalu bagaimana kita menjadi Kristen di abad ke 21 setelah Kristus?     jp