Mengerjakan Misi Allah dengan Maksimal

by samuelyasa


“Dialah yang kami beritakan, apabila tiap-tiap  orang kami nasihati dan tiap-tiap orang kami ajari dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus  Itulah yang kuusahakan dan kupergumulkan dengan segala tenaga sesuai dengan kuasa-Nya, yang bekerja dengan kuat di dalam aku.”                                    Kolose  1:28-29                                  

Panggilan mengerjakan misi Allah  adalah panggilan yang bersifat pribadi atas seluruh umat Tuhan.Ini berarti Tuhan rindu memakai setiap anakNya dalam pekerjaanNya di bumi ini, melalui berbagai bidang pekerjaan / profesi. Ia tidak hanya memakai para pelayan gereja, seperti pendeta, penginjil, majelis, dan lain sebagainya. Tuhan memakai tiap pribadi sesuai dengan kapasitasnya, sebagai seorang guru, dokter, pegawai negeri, pegawai swasta, ahli bangunan, pengusaha, pelajar, ibu rumah tangga  atau murid sekolah minggu.Dan Rasul Paulus memahami dengan baik akan panggilan ini. Paulus dengan jelas mengungkapkan perjuangan dan usahanya dalam memberitakan Kristus dan memimpin orang-orang yang dilayaninya kepada kesempurnaan di dalam Kristus. Meski tidak begitu detil dicatat usaha apa saja yang pernah dilakukan oleh Paulus. Namun dalam bagian firman Tuhan yang lain nampak usaha keras yang dilakukan oleh Paulus. Paulus melakukan perjalanan misi yang paling banyak. Paulus juga tidak pernah merepotkan orang lain dalam hal menerima tunjangan atau bahkan ketika berada dalam kekurangan sekalipun. Paulus lebih banyak terpenjara karena Injil.Paulus tidak pernah menyerah meski mengalami banyak deraan. Paulus kerap sekali berada dalam bahaya maut, baik itu di kota, di padang gurun, di tengah laut, dll (2 Korintus 11). Kita harus meniru usaha Rasul Paulus dalam melayani dengan cara mempersembahkan kemampuan, waktu, dan tenaga kita untuk melayani Tuhan. Pada masa kini tentunya bentuk tantangan dalam perjuangan memberitakan injil memang berbeda. Tentunya kita juga tidak akan mengalami ancaman bahaya fisik lagi. Namun bukan berarti tantangan itu lebih ringan.Justru tantangan semakin berat karena bekerjanya tidak kelihatan namun mematikan, seperti munculnya beragam ajaran sesat yang terus bekerja secara global memakai sarana teknologi.Oleh sebab itu kita pun bisa memakai sarana teknologi canggih seperti peralatan multimedia dan internet dalam usaha pemberitaan Injil dan pembinaan iman Kristen. Apakah kita rela mempersembahkan uang, waktu, tenaga, dan intelektualitas kita untuk misi?                                                           ant

DOA: Bapa, ajarku untuk memaksimalkan usahaku menjadi pemberita Injil.