Mengerjakan Misi Allah sebagai Gaya Hidup

by samuelyasa


“Karena jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil.”                                                    1 Korintus 9:16

 

 

Memang seharusnya mengerjakanmisi Allah  bukan hanya  sebagai bagian kehidupan umat Tuhan, tetapi harus menjadi gaya hidup kita. Dan inilah yang diteladankan olehPaulus kepada kita.Memberitakan Injil bukan pilihan, (kalau kita suka baru memberitakan Injil, kalau tidak suka kita tidak memberitakan Injil) melainkan keharusan. Kita suka atau tidak suka, kita mau atau tidak mau, kita senang atau tidak senang kita harus memberitakan Injil.Mari perhatikan penekanan kata celakalah aku jika aku tidak memberitakan injil harus dipahami demikian:

  1. Aku tidak terpilih lagi: ditolak.
  2. Tidak terpakai lagi, ada hadir namun tidak berguna: dibuang, pernah dipakai, namun tidak terpakai lagi. Supaya dipakai – ada harga yang harus dibayar
  3. Tidak berhasil, karena tanpa tujuan, berlari-lari tanpa pahala: ditenggelamkan, karena keteledoran.
  4. Tidak bertahan, tidak ada sesuatu yang dipertahankan: dimuntahkan, sama seperti jemaat di Laodikia, tidak dapat dinikmati

Implikasi logis dari pemahaman diatas adalah bahwa Paulus sadar akan tugas panggilannya dalam dunia ini, yaitu bukan untuk kemegahan diri, popularitas, keuntungan pribadi, dll. Jikalau sampai demikian pun, Paulus menyadari konsekuensinya yakni menjadi hamba yang siap tidak terpakai dan dimuntahkan.Paulus menyadari bahwa tugas dan panggilannya adalah untuk memberitakan Injil tanpa upah (ay. 18).Panggilan mulia ini harus diresponi dengan sepenuh hati.Tanpa pernah lagi untuk mempermasalahkan segala bentuk konsekuensi atas panggilan itu sendiri.Memang dalam 1 Korintus 9, Paulus sedang mengadakan pembelaan terhadap dirinya sendiri karena terus menerus disalahpahami dalam pelayanannya.Akan tetapi hal ini bukan berarti ditulis oleh Paulus dengan maksud sibuk menyusun strategi pembelaan dirinya, melainkanbagian ini ditulis sebagai bentuk penggembalaannya kepada jemaat Korintus supaya mereka memiliki gaya hidup sebagai pemberita Injil, tanpa pernah mempertanyakan segala bentuk penghidupan yang buruk sebagai pemberita Injil sejati.                                                      ant

DOA: Bapa ajarku memahami panggilan muliaku sebagai pemberita Injil