Mengerjakan Misi Allah: Siap Sedia Baik atau Tidak Baik Waktunya

by samuelyasa


Jawab mereka: “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.”                                         Kisah Para Rasul 16:31

 

 

Sama seperti manusia yang lain, tantangan terbesar dari para pemberita Injil adalah apabila menemukan rintangan atau masalah yang menyangkut  kehidupan dan penghidupan diri sendiri. Fokus kita termasuk para pemberita Injil bisa jadi akan dengan cepat teralih pada persoalan tersebut dan bukan lagi pada tugasnya sebagai pemberita Injil.Paulus sebagai pemberita Injil juga memiliki pengalaman hidup yang penuh dengan rintangan dan kesulitan.Bahkan bagian Kisah para rasul 16 mencatat Paulus mengalami aniaya ketika memberitakan Injil bersama Silas.Dan bukan hanya aniaya saja tetapi berujung pada hidup mereka terbelenggu di ruangan penjara yang gelap.Tetapi menariknya disini adalah fokus mereka pada pemberitaan Injil tidak tergantikan oleh kesulitan hidup yang mereka alami.Deraan dan belenggu tidak pernah cukup bisa mengalihkan fokus mereka untuk tetap memberitakan firman. Ayat 25 menceritakan, Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka. Dan apa yang terjadi? Semua pintu dan belenggu terbuka.Penting untuk diingat bagi mereka yang menghadapi tantangan dalam pelayanan agar tidak sibuk-sibuk membela diri  dan mengasihani drii sehingga Firman Tuhan dikesampingkan. Kita harus tetap fokus dalam memberitakan Firman Tuhan. Bila kita setia pada Firman-Nya, maka Tuhan akan menjadi Pembela kita dan pada saat yang tepat, kebenaran akan disingkapkan. Dan itu pula yang diajarkan Paulus kepada Timotius, Beritakanlah firman, siapsedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran. (2 Timotius 4:2). Bukan hanya itu saja, disaat pertolongan Tuhan datang dan jalan keluar terbuka, respon cepat dan manusiawi adalah kita ingin cepat-cepat meninggalkan kondisi tersebut. Tapi perhatikan apa yang dilakukan oleh Paulus, melihat kepala Pasukan ingin bunuh diri, dia tidak membiarkan itu semua. Paulus berkata, Jangan celakakan dirimu, sebab kami semuanya masih ada di sini!” (ay 28). Paulus tetap tidak kehilangan fokus.Paulus bisa saja cepat-cepat lari meninggalkan penjara dan tidak mempedulikan orang yang sudah memperdayanya.Tapi dia justru memberitakan Injil.Dan kepala pasukan beserta isi rumahnya beroleh keselamatan.                                                                                     ant

DOA: Bapa ajarku untuk tetap menjadi pemberita Injil yang baik meski keadaan tidak menjadi lebih baik.