DIRAJAM NAMUN TAK PADAM (Kisah Para Rasul 7:54-8:1a)

by samuelyasa


Saulus juga setuju, bahwa Stefanus mati dibunuh.                  (Kis. 8:1a)

 

“Semakin Dibabat Semakin Merambat – Riwayat Penganiayaan Yang Diderita Oleh Umat Kristen Sepanjang Abad” adalah sebuah judul buku yang ditulis oleh Vaugh Ira Collins.  Ia adalah seorang misionaris yang telah melayani selama tujuh belas tahun di Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI), Sumatera Utara. Inilah yang terjadi dalam perkembangan pelayanan pekabaran Injil di awal abad pertama.

Kisah pelayanan Stefanus di dalam Alkitab dimulai dari pasal 6, di mana ada sebuah kebutuhan terhadap pelayanan Tuhan. Pada saat itu, pelayanan sedang berkembang dan hal ini membuat para rasul menjadi “kewalahan.”  Untuk mengatasi hal ini, maka dipilih tujuh orang diaken untuk membantu pelayanan mereka. Di dalam melayani Tuhan, Stefanus mendapat tantangan dari orang-orang Yahudi yang disebut dengan jemaat Libertini (6:9). Mereka melakukan perdebatan dengan Stefanus.  Hingga akhirnya, mereka menuduh bahwa Stefanus mengatakan kata-kata yang menghujat Musa dan Allah (6:11). Hal ini yang membuat Stefanus diseret ke hadapan Mahkamah Agama.  Di sana, Stefanus melakukan pembelaan.  Namun, pembelaan yang dilakukan oleh Stefanus sangat menusuk hati dari anggota Mahkamah Agama yang hadir pada waktu itu. Oleh karena itu, tidak heran jika mereka menanggapi pembelaan diri Stefanus dengan kertakan gigi. Di dalam kesempatan itu, Stefanus tidak berhenti menyampaikan kebenaran firman Tuhan (7:55-56). Hal ini membuat anggota Mahkamah Agama menyerbu dan menyeret Stefanus ke luar kota untuk dilempari dengan batu hingga meninggal. Di dalam kondisi yang seperti ini, Stefanus tidak putus harap kepada Tuhan. Hingga titik terakhir hidupnya, ia tetap berharap pada Tuhan.

Mati itulah harga yang harus dibayar oleh Stefanus di dalam mengikut dan melayani Tuhan. Dari perenungan ini kita tidak mendapati bahwa Stefanus menyesal dalam mengikut Tuhan.  Kematian Stefanus merupakan titik awal dari perkembangan pelayanan pemberitaan Injil.  Semangat Stefanus diteruskan oleh Paulus, yang pada saat itu masih bernama Saulus dan menyetujui pembunuhan Stefanus, untuk memberitakan Injil bagi Kristus. Pengorbanan Stefanus tidak membuat pekerjaan pemberitaan Injil menjadi padam melainkan sebaliknya, semakin merambat dan meluas.  Kiranya kita boleh berbagian dalam pelayanan pemberitaan Injil. Amin.                                                                                  cu