BERTEKUN DALAM RELASI DENGAN-NYA (Daniel 6)

by samuelyasa


Lalu orang-orang itu bergegas-gegas masuk dan mendapati Daniel sedang berdoa dan bermohon kepada Allahnya.                                     (Dan. 6:12)

 

 

Pada bagian yang akan kita renungkan pada hari ini dimulai dengan sebuah keterangan bahwa saat ini Daniel sudah tidak berada dalam kuasa pemerintah Babel.  Karena dalam pasal 5, bagaian akhir kita mendapati keterangan bahwa Belsyazar, raja orang Kasdim, telah dibunuh oleh kekuasaanya jatuh ke tangan Darius, raja orang Media dan Persia. Jika demikian, bagaimana dengan nasib Daniel? Rupanya, dalam pemerintahan raja Darius, Daniel juga mendapatkan kedudukan penting. Ia menjadi salah satu dari tiga orang yang dipilih raja untuk menjadi pejabat tinggi yang membawahi seratus dua puluh wakil raja. Sebuah kedudukan yang sangat tinggi dan terhormat. Karena hikmat yang dimiliki oleh Daniel melebihi dua orang pejabat tinggi dan seratus dua puluh wakil raja yang ada, maka raja memiliki rencana untuk menjadikan Daniel sebagai penguasa atas seluruh kerajaan.Namun, rencana ini berhasil dicium oleh para pejabat tinggi dan wakil raja lainnya. Oleh karena itu, mereka berusaha mencari dakwaan pada Daniel, secara khusus dalam hal pekerjaannya.  Namun, Alkitab mencatat bahwa mereka tidak mendapati kesalahan pada Daniel. Hal ini membuat mereka frustrasi hingga akhirnya mereka menemukan satu “kelemahan” Daniel, yaitu dalam hal ibadah kepada Allah-nya. Oleh karena itu, dengan kelicikan mereka, mereka datang kepada raja untuk membuat suatu keputusan yang tidak dapat diubah. Keputusan itu mengatur tentang kepada siapa mereka harus menyampaikan permohonan. Dalam keputusan itu diatur bahwa tidak ada orang yang boleh menyampaikan permohonan kepada dewa atau allahnya selain kepada raja. Meskipun keputusan itu telah diketahui oleh Daniel, ia tetap berketetapan untuk berdoa dan menyampaikan permohonan kepada Allah. Oleh karena itu, sebagai akibat dari ketekunannya berdoa dan bermohon kepada Allah, Daniel dimasukkan ke dalam gua singa.  Tapi, karena pertolongan TUHAN, Daniel tetap hidup.  Hingga akhirnya, para pejabat tinggi dan wakil raja yang jahat itulah yang dimasukkan ke dalam gua singa.

Kesibukan dan tidak ada waktu merupakan dua alasan yang paling mudah diberikan ketika kita mulai undur dari melakukan disiplin rohani yang ada, seperti saat teduh, baca Alkitab, dan berdoa. Namun, di tengah-tengah jaman yang mulai sibuk ini, marilah kita tetap bertekun dalam melakukan disiplin rohani.  Karena dengan memiliki kehidupan rohani yang baik kita menjadi pribadi yang sigap. Kiranya Tuhan menolong kita. Amin.