BERTARAK BAGI KEMULIAAN-NYA (Daniel 1)

by samuelyasa


Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya.                    (Dan. 1:8)

 

 

Pada tahun ketiga masa pemerintahan Yoyakim datanglah Nebukadnezar, raja Babel, ke Yerusalem untuk mengepung kota itu.  Dan atas titah raja, Aspeas, kepala istana kerajaan Babel membawa orang-orang dari keturunan raja dan kaum bangsawan. Akhirnya,dibawalah Daniel, Hananya, Misael, dan Azarya.  Setelah itu, untuk menghilangkan identitas keempat pemuda itu, pemimpin pegawai istana itu mengganti nama keempat pemuda yang tidak bercela dan berperawakan baik, memahami berbagai-bagai hikmat, dan mempunyai pengertian tentang ilmu itu. Daniel yang namanya berarti Allah adalah hakim (ku) diganti menjadi Beltsazar, yang kemungkinan berarti Bel (dewa orang Babel) melindungi hidupnya. Hananya yang namanya berarti TUHAN menunjukkan anugerah diganti menjadi Sadrakh, yang kemungkinan berarti perintah dari Aku (dewa orang Babel).  Misael yang namanya berarti “Who is what God is?”(Siapa seperti Tuhan?) diganti menjadi Mesakh, yang kemungkinan berarti “Who is what Aku is?” (Siapa seperti Aku?). Azarya yang namanya berarti TUHAN menolong diganti menjadi Abednego, yang berarti hamba dari Nebo (dewa orang Babel).

Setelah identitas diganti, kepada mereka dipersiapkan segala sesuatu yang baik, termasuk diantaranya diberikan makanan raja kepada mereka. Rupanya, keempat pemuda ini tidak mau mengkonsumsi makanan yang menjadi santapan raja.  Apa yang menyebabkan mereka tidak may mengkonsumsinya? Rupanya makanan itu adalah makanan yang telah dipersembahkan kepada para dewa Babel, seperti Bel (dikenal juga dengan Marduk), Aku, dan Nebo. Kontan saja, hal ini membuat keempat pemuda ini bersepakat untuk tidak mengkonsumsinya. Sebagai gantinya, mereka hanya mengkonsumsi sayur mayur dan air.  Apa hasilnya?  Mereka didapati sepuluh kali lebih cerdas dari pada semua orang berilmu dan semua ahli jampi yang ada di seluruh kerajaan Babel.

Hidup di dalam dunia yang tidak sepenuhnya mengenal kepada TUHAN membuat kita diperhadapkan dengan banyak pilihan dan ketika diperhadapkan dengan berbagai macam pilihan, apa dasar kita memilih? Apakah semata-mata untuk kesenangan diriku atau untuk kemuliaan Tuhan. Daniel dan ketiga orang temannya memilih demi kemuliaan Tuhan, bagaimana dengan kita? Kiranya Tuhan menolong kita. Amin.                        cu

Iklan