BERKUALITAS DI HADAPAN-NYA (Kejadian 6:9)

by samuelyasa


Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergauldengan Allah.                                                                                                                     (Kej. 6:9)

 

Perikop ini ditulis setelah hidup manusia menjadi jahat di mata Allah.  Kejahatan yang dilakukan oleh manusia pada zaman Nuh tidak menyenangkan Allah.  Hal ini membuat Allah memusnahkan semua yang telah Ia ciptakan.  Namun, di tengah-tengah manusia yang jahat itu, ada satu orang yang mendapat kasih karunia dari Allah.  Siapakah dia?  Dia adalah Nuh.  Perikop kita pada hari ini dimulai dengan sebuah kualitas kehidupan dari Nuh.  Alkitab mencatat bahwa Nuh adalah orang benar, tidak bercela dan bergaul dengan Allah.

Alkitab mencatat Nuh adalah orang yang benar. Apa artinya benar di sini?  Apakah benar disini hanyalah sebagai sebuah status dari Nuh sebagai seorang yang dibenarkan oleh Tuhan? Tidak! Benar, dalam bagian ini lebih menunjuk kepada sebuah gaya hidup. Jadi bagaimana gaya hidup Nuh sebagai orang yang benar? Nuh hidup memenuhi tuntutan Allah. Selain benar, Alkitab mencatat Nuh sebagai seorang yang tidak bercela. Frasa “tidak bercela” ini digunakan untuk menunjuk pada binatang-binatang tertentu yang memenuhi syarat untuk dijadikan korban bagi Tuhan.  Tidak bercela berarti bahwa binatang itu sehat, tidak bercacat dan bebas dari segala cela.  Selain itu, kata ini memiliki arti menjauhi kejahatan.  Dengan adanya frasa diantara orang sejamannya berarti menunjukkan bahwa Nuh adalah seorang yang menjauhi kejahatan diantara orang sejamannya.  Bukan hanya itu, Nuh dikatakan sebagai seorang yang bergaul dengan Allah.  Kata ini sama seperti dengan kata yang digunakan untuk Henokh.  Hal ini berarti bahwa Nuh memiliki relasi yang intens dengan Allah.

Diakui atau tidak, kehidupan moral dalam dunia semakin merosot.  Rully Chairul Azwar, anggota MPR RI, dalam sebuah kesempatan menuturkan demikian, “moral bangsa Indonesia sekarang sudah menurun. Kehidupan berbangsa dan bernegara tidak seakrab seperti dahulu.Sekarang ini sering terjadi tawuran dan korupsi merajalela. Itu karena moral bangsa sudah menurun.” Di antara masyarakat Indonesia yang moralnya sedang merosot ini, masih adakah anak-anak Tuhan yang memiliki kualitas kehidupan seperti yang dimiliki oleh Nuh, benar, tidak bercela diantara orang sejamannya, dan bergaul dengan Allah.  Apakah saya orangnya? Kiranya Tuhan yang menolong kita memiliki kualitas kehidupan seperti Nuh.  Amin.                                                                      cu