BERPAUT ERAT DENGAN-NYA (Kejadian 5:1-32)

by samuelyasa


Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah.                                                                       (Kej. 5:24)

 

Kejadian 5, yang kita renungkan hari ini, ditulis dengan pola yang sama, yaitu:  “setelah A hidup sekian tahun, ia memperanakkan B.  Dan A masih hidup sekian tahun.  Jadi ia mencapai umur sekian tahun, lalu ia mati.” Meskipun memiliki pola yang sama, namun ada sesuatu yang berbeda dengan pola yang digunakan untuk menjelaskan keturunan Adam yang ketujuh, yaitu Henokh. Namun, dalam bagian yang kita renungkan hari ini, Alkitab mencatat bahwa hidup Henokh berbeda dengan hidup para leluhurnya. Apa yang menjadi pembedanya? Pertama, Henokh adalah orang yang tidak mengalami kematian.  Di ayat ke-24 dikatakan bahwa Ia diangkat oleh Allah.  Kedua, Ia memiliki usia yang tidak cukup panjang jika dibandingkan dengan nama-nama yang ada dalam silsilah keturunan Adam ini.  Di ayat ke-23 dikatakan bahwa Henokh hidup hanya 365 tahun lamanya.  Ketiga, Henokh memiliki kualitas kehidupan yang berbeda.  Di ayat ke-22, kita dapat mengetahui apa yang menjadi pembedanya. Pembedanya adalah bahwa Henokh hidupnya bergaul dengan Allah.

Jika demikian halnya,”Apakah ini berarti bahwa nama-nama lain dalam silsilah ini tidak memiliki relasi dengan Allah?” Tidak! Di Kejadian 4:26, kita dapat mengetahui bahwa mereka juga beribadah kepada Allah.  Namun, apa yang menjadi pembeda antara relasi yang mereka bangun dengan relasi yang Henokh bangun.  Oleh karena itu, ada baiknya kita mempelajari frasa “bergaul dengan Allah” ini.  Frasa “bergaul dengan Allah”   dalam bagian ini secara hurufiah berarti “berjalan dengan Allah.”  Oleh karena itu, tidak heran jika semua versi bahasa Inggris menerjemahkan frasa ini dengan “walked with God.”  Lalu, apa yang membuat relasi yang Henokh bangun berbeda dengan relasi yang nama-nama lain bagun?  Coba perhatikan dalam ayat ke-22 dan 24.  Jika kita memperhatikan dengan cermat, maka kita akan menjumpai bahwa frasa “bergaul dengan Allah” ditulis sebanyak dua kali.  Lalu, apa artinya ini?  penulisan berulang dalam bagian ini berfungsi untuk menyatakan betapa intensnya hubungan antara Henokh dengan Allahnya.

Setelah kita merenungkan kehidupan Henokh. Sudahkah karakteristik “bergaul dengan Allah” itu dijumpai di dalam diri kita?  Sudahkah karakteristik itu menjadi pembeda antara kita dengan orang lain? Jikalau belum, maukah kita meminta Tuhan menolong kita?  Jika sudah, minta kepada Tuhan untuk senantiasa menjaga relasi yang telah terbangun ini.  Kiranya Tuhan menolong setiap kita.  Amin.                  cu

Iklan