NILAI YANG SAMA DI ZAMAN YANG BEDA

by samuelyasa


5:38 Tetapi anggur yang baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula. 39 Dan tidak seorang pun yang telah minum anggur tua ingin minum anggur yang baru, sebab ia akan berkata: Anggur yang tua itu baik.”                                                                                 (Lukas)

Yesus mengajarkan bahwa wujud dari praktik kekristenan harus berubah. Dalam Luk. 5:36-39 ini Yesus mengatakan bahwa kain dan kantong anggur hanyalah baju luar dan kemasan, yg bukan merupakan inti dari iman kita. Keduanya melambangkan kebiasaan dan tradisi ibadah kita. Yesus mengatakan, bahwa kebiasaan tidak selamanya  cocok utk kebutuhan zaman. Waktu & kebudayaan berubah. Yg tidak berubah adalah inti iman kita.

Namun perubahan bukanlah perkara mudah. Upaya untuk menyesuaikan praktik iman dengan kebutuhan zaman akan selalu terhambat oleh “status quo”. “Buat apa kita harus berubah? Toh, yang kita lakukan selama ini tetap memelihara iman kita? Toh selama ini baik-baik saja. Buat apa kita harus berubah?”

Tanpa kita sadari hal ini menjadi hambatan dalam pertumbuhan iman kita, merasa cukup, merasa puas dengan hidup “baik_baik saja” itu sebenarnya sangat mematikan, karena tidak akan terjadi pertumbuhan di dalamnya, kegerakkan kebangunan rohani sangat pelan bahkan mungkin tidak diraskan oleh orang disekeliling kita.

Padahal Firman Tuhan katakan, anggur yang baru disimpan dalam kantong yang baru, harus berani berubah, berani tampil beda, mengikuti perkembangan zaman dengan nilai iman yang kuat, berani menerima tantangan . sehingga iamn kita berdampak bagi zaman di mana kita hidup, bukan menjadi penghalang untuk kebangunan yang Tuhan kehendaki.

Hambatan sosial harus diterobos, umur boleh tua, tapi iman harus terus diperbaharui (bertumbuh), usia boleh muda, tetapi nilai hidup iman tetap harus teguh di hadapan Tuhan. Mari hidup seperti yang Dia kehendaki , bukan tentang saya lagi tapi DIA!!                                              hp