MEMAKNAI DENGAN TEPAT

by samuelyasa


2:41 Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa. 42 Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. 43 Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda. 44 Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, 45 dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing. 46 Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, 47 sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.                                                               (Kisah Para Rasul)

 

 

Tidak mengherankan bila nats bacaan di atas yang terambil dari Kisah Para Rasul dianggap sangat representatif (mewakili) untuk menggambarkan makna sebuah komunitas kristiani. Simak saja, ada beberapa alasan yang sangat kuat yang seolah-olah harus seperti itulah dan memang harus seperti itu nilai sebuah komunitas Allah, antara lain:

  • Sebuah komunitas yang terdiri dari orang-2 yang telah bertobat dan percaya kepada Allah di dalam Kristus Yesus (dan memberi diri dibaptis)
  • Memiliki pola hidup Illahi yang ditunjukkan dalam berbagai upaya untuk menumbuhkan kehidupan kerohanian mereka.
  • Komunitas yang mengintegrasikan iman mereka dalam tindakan nyata, baik yang ditujukan kepada saudara seiman untuk saling menguatkan dan memberkati, ataupun kepada orang-2 lain.
  • Komunitas yang berdampak dan membawa pengaruh terhadap konteks kehidupan mereka.
  • Komunitas yang pada akhirnya bertumbuh dan bertambah.

jp

Iklan