BERANI MEMULAI…….!?

by samuelyasa


19 Tetapi Petrus dan Yohanes menjawab mereka: “Silakan kamu putuskan sendiri manakah yang benar di hadapan Allah: taat kepada kamu atau taat kepada Allah. 20 Sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar.” Kis. 4:19-20

Para murid Tuhan menghadapi dilema besar: memberitakan Injil dan merisikokan diri untuk ditangkap atau tidak memberitakan Injil dan hidup aman. John Bunyan pernah menghadapi dilema yang serupa dan ia memilih untuk memberitakan Injil walau ia harus dipenjarakan tiga kali selama bertahun-tahun. Pendeta Wang Ming Tao juga merisikokan hidupnya tatkala komunisme menguasai Tiongkok.”Setia sampai mati” adalah tema sentral kristiani.
Kita masih ingat pengalaman Sadrakh, Mesakh, dan Abednego yang dengan berani menolak menyembah patung yang didirikan Nebukadnezar. Itu pulalah yang dilakukan oleh Petrus, Yohanes, serta murid Tuhan yang lainnya. Mereka tidak berhenti memberitakan Injil meski maut membayangi mereka.
Kesempatan dan peluang selalu ada bagi kita untuk memberitakan Injil dan membangun kepedulian kepada sesama kita. Tuhan, ketika mengutus kita untuk menjadikan semua bangsa menjadi murid-Nya sudah memperlengkapi kita dengan hikmat dan kuasa. Tantangan akan selalu ada, bahkan mungkin tantangan itu akan mengancam keselamatan kita. Namun yakinlah Tuhan selalu ada beserta dengan kita. Mari kita belajar dari Petrus & Yohanes, meskipun dilarang untuk memberitakan Kristus, namun mereka tetap berani memulai dengan sebuah keputusan penting, yaitu taat kepada Allah meski pun diancam.
Mari kita mulai pelayanan kita ditahun yang baru ini dengan penuh ketaatan kepada Tuhan. Mulailah hal-hal baru yang mampu membangun kepedulian bagi sesama, mesku pun itu mungkin tidak sesuai dengan kebiasaan yang sudah ada selama ini. Tuhan sudah peduli kepada kita dengan memberikan anak-Nya bagi kita. Allah perihatin dengan dunia yang berdosa, karena itu kita juga harus memiliki keperihatinan dan kepedulian bagi sesama. Kvn