TAKUT KARENA TIDAK MENGERTI

by samuelyasa


1 Kemudian datanglah beberapa orang Farisi dan ahli Taurat dari Yerusalem kepada Yesus dan berkata: 2 “Mengapa murid-murid-Mu melanggar adat istiadat nenek moyang kita? Mereka tidak membasuh tangan sebelum makan.” Matius 15:1-2

Suatu kali saya ngobrol dengan seseorang di suatu desa dimana saya tinggal. Orang tersebut memiliki keyakinan yang dianut masyarakat setempat. Saya bertanya tentang keyakinannya. ‘mengapa hal itu tidak boleh dilakukan?’ Tanya saya. Dia menjawab: o itu saya tidak tahu, karena orang tua saya bilang memang tidak boleh dilakukan. Apa alasannya, saya tidak tahu. ‘kenapa tidak melakukan hal yang baru saja yg lebih ringan?’ Tanya saya lagi. Dia menjawab: tidak boleh diubah, nanti takut kena kutuk atau hukuman. Dari pembicaraan tersebut, saya menyimpulkan bahwa orang tersebut tidak berani melakukan sesuatu yang baru dalam keyakinannya karena ia tidak mengerti apa yang iya yakini dan ia tidak mengerti aturan yang sudah ia terima dari orang tuanya.
Demikian halnya dengan orang Farisi dan Ahli Taurat. Mereka tidak berani melanggar atau tepatnya mengubah adat istiadat nenek moyangnya karena mereka tidak mengerti kebenaran. Tuhan, melalui Musa memberikan 10 hukum sebagai dasar kebenaran yang orang Israel yakini. 10 hukum tersebut mereka coba tafsirkan dan muncullah aturan-aturan yang mereka sendiri buat yang seolah-olah sebuah kebenaran. Mereka tidak mengerti tentang kebenaran firman dari Hukum Taurat tersebut, sehingga mereka kaku dan fanatik.
Mengerti dengan benar firman Tuhan bisa membuat kita dewasa di dalam menilai sesuatu. Jangan kita buta dengan keyakinan kita sendiri. Kita harus tahu betul dengan kebenaran yang kita imani, sehingga kita berani meruntuhkan kebiasaan-kebiasaan yang tidak berdasar dengan firman Tuhan. Kalau kita tahu kebenaran firman Tuhan, maka tidak ada satu pun hal di dunia ini yang bisa melawannya. Kvn