Kepedulian: identitas hidup seorang Kristen

by samuelyasa


Sebab tidak ada seorangpun yang berkekurangan di antara mereka; karena semua orang yang mempunyai tanah atau rumah, menjual kepunyaannya itu, dan hasil penjualan itu mereka bawa dan mereka letakkan di depan kaki rasul-rasul; lalu dibagi-bagikan kepada setiap orang sesuai dengan keperluannya.                                   Kis. 4:34-35

 

 

Dalam kitab Kisah Para Rasul kita dapat melihat bagaimana wujut kasih Kristus itu benar-benar di praktekkan dalam bentuk kepedulian antar jemaat.Semua jemaat merasa senasib dan sepenanggungan.Mereka benar-benar sehati sejiwa di dalam Kristus.Tidak ada yang merasa lebih hebat, tidak ada yang merasa lebih kaya.Mereka saling berbagi, yang diwujudkan dengan menjual tanah atau rumah dan membagi-bagikan hasil penjualannya kepada mereka yang membutuhkan.

Aspek inilah yang menjadi tanda atau identitas gereja ketika lahir pada masa itu. Meski berada dalam tekanan politik, namun jemaat mula-mula tetap mampu menunjukkan suatu cara hidup yang unik. Mereka menjadikan hidup dan milik pribadi sebagai milik bersama.Sebagai implementasi dari prinsip itu, mereka setiap hari berkumpul dari rumah ke rumah, dan ada yang menjual tanah dan harta miliknya, dan hasilnya dibawakan kepada para Rasul untuk dibagi-bagikan kepada orang-orang yang membutuhkan.

Apa yang bisa kita pelajari dari gereja mula-mula tersebut? Kepedulian gereja mula-mula ini kiranya juga menjadi kepedulian gereja di masa kini.Saat ini kita berhadapan dengan persoalan-persoalan sosial yang kompleks.Kemiskinan, keterpurukan ekonomi karena konflik sosial, bahkan keterbelakangan, perlu dientaskan dengan cara-cara pelayanan yang menjawab kebutuhan masyarakat.Gereja diharapkan bisa berperan di dalamnya dengan mengembangkan kegiatan-kegiatan sosial sebagai implementasi dari pelayanan terhadap sesama.

Gereja haruslah menjadi sebuah persekutuan yang memberi manfaat bagi lingkungan disekitarnya.Tidak hanya memberitakan dan mengajarkan kasih dan kepedulian di mimbar-mimbar gereja, atau hanya duduk tenang diruangan ber-AC dan sibuk mengurus dirinya sendiri.Tetapi gereja perlu mengajak semua komponen dalam jemaat untuk bersama-sama melakukan tugas dan panggilannya, untuk menyatakan kasih dan kemuliaan Allah kepada dunia, melalui tindakan-tindakan yang nyata.   Git