Keegoisan vs Kepedulian

by samuelyasa


Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan….hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.                                                        Filipi 2:1-4

 

Dampak negatif budaya modern membuat kekristenan cenderung eksklusif, menutup diri, dan egois.Panggilan untuk saling mengasihi telah diubah menjadi upaya untuk menggalang dan menciptakan “solidaritas kelompok”.Banyak orang cenderung lebih mementingkan ego, eksklusivitas dan merasa benar sendiri semakin bertumbuh subur.Perlu disadari bahwa keegoisan membuat peran umat Kristen menjadi mati dalam hampir semua bidang kehidupan. Jika hal tersebut terus dibiarkan maka kekristenan akan semakin terisolir dan terasing, bahkan di antara saudara-saudara seiman mereka sendiri.

Seorang penulis bernama Jacques Ellul mengatakan bahwa di tengah budaya baru yang diciptakan oleh perkembangan teknologi, mengakibatkan begitu banyak ruang untuk mengaplikasikan iman Kristen telah tertutup, termasuk persekutuan dengan saudara seiman.Hancurnya keterikatan relasi dengan sesama ini menutup kemungkinan bagi umat Kristen untuk menjadi berkat bagi bangsa-bangsa di dunia ini. Apabila hal tersebut yang terjadi maka kekristenan akan kehilangan identitas dan panggilan hidupnya.

Musuh kepedulian adalah keegoisan.Dalam suratnya kepada jemaat di Filipi Paulus menekankan kebenaran tersebut.Ia menjelaskan bahwa keegoisan bertentangan dengan prinsip hidup kristiani. Bagi Paulus belas kasih bukanlah sebuah konsep atau doktrin yang hanya memenuhi pengetahuan semata, melainkan harus diterjemahkan dalam kepedulian terhadap sesama.Sebab itulah yang diteladankan oleh Tuhan Yesus. Demi kepedulian-Nya yang besar terhadap manusia, Ia rela mengosongkan diri-Nya dan mengambil rupa seorang hamba, bahkan mengorbankan diri-Nya untuk kepentingan umat manusia.

Perlu diingat bahwa Alkitab menyatakan bahwa gereja adalah orang-orang yang dipanggil keluar untuk menjadi garam dan terang dunia, bukan mengisolasi diri terhadap dunia.Untuk itu gereja harus memiliki kepedulian yang tinggi terhadap berbagai problema yang dihadapi oleh masyarakat.                                                                                           Git

Iklan