KITA-KAH DIA? (Lukas 10:25-37)

by samuelyasa


Jawab orang itu: “Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya.” Kata Yesus kepadanya: “Pergilah, dan perbuatlah demikian!” Lukas 10:37

 

Selena Gomes adalah sorang aktris dan penyanyi yang masih berusia 17 tahun. Sebagai seorang aktris dan penyanyi muda, Gomez memiliki pengalaman berharga yang mengubah hidupnya.  Pengalaman ini ia dapatkan ketika ia melakukan perjalanan sebagai duta Unicef.  Pada waktu itu, Gomez baru saja pulang dari Afrika, tepatnya dari Ghana. Tentang perjalanannya itu, duta termuda Unicef itu berkata, “Di sana saya bertemu dengan remaja belasan tahun lainnya. Saya juga bertemu anak-anak.” Ia merasa beruntung mendapatkan kesempatan untuk mengalami hidup bersama kaum remaja dan anak-anak di Ghana. Menurutnya, perjalanan yang telah ia lakukan mampu membantunya untuk melihat lebih jauh pergumulan hidup sesamanya. Pemeran Alex Russo di serial Disney Channel, Wizards of Waverly Place, ini berkata, “Perjalanan ini benar-benar mengubah hidup saya dan membuka mata saya. Sejak pulang dari sana, saya tak akan mengeluh lagi soal hidup.”  Beberapa tahun lalu, persisnya tahun 2009 adalah tahun kedua bagi Gomez menjadi juru bicara Trick-or-Treat, sebuah program gerakan volunter remaja untuk Unicef. Pada waktu itu, lembaga ini memperoleh dana 700.000 dollar AS. Sedangkan untuk tahun 2010, Gomes menargetkan 1 juta dollar AS.  Perjalanan ini ternyata telah mengubah Gomez. Ia Ia menjadi orang yang peduli terhadap sesamanya. Oleh karena itu, ia tetap berusaha untuk mengumpulkan bantuan bagi sesamanya yang kurang beruntung melalui Unicef.

Melalui bagian yang kita renungkan pada hari ini, kita diingatkan agar kita memiliki kepedulian bagi sesama kita. Kepedulian itu telah dimiliki dan ditunjukkan oleh orang Samaria  Baginya jelas, bahwa orang yang menderita adalah orang yang perlu ditolong, tidak peduli siapapun ia.  Meskipun ia tidak disukai oleh orang Yahudi, namun ia tidak menutup mata pada orang Yahudi yang mengalami bencana dan menderita.  Ia menyediakan waktu, uang dan tenaganya bagi orang yang menderita itu.  Ia yang punya berbagai macam alasan untuk tidak menolong, namun ia tidak memakai alasan itu untuk tidak menolong orang Yahudi yang terluka itu.  Ia tetap menolongnya. Apakah kita sudah memiliki kepedulian seperti orang Samaria itu?  Sudahkah kita mengorbankan waktu, uang dan tenaga kita bagi mereka yang membutuhkan?  Kiranya Tuhan menolong kita semua. Amin.                                              cu