SUDAHKAH KU BUKA TELINGAKU? (Amsal 21:13)

by samuelyasa


Siapa menutup telinganya bagi jeritan orang lemah, tidak akan menerima jawaban, kalau ia sendiri berseru-seru. Amsal 21:13

 

Menurut data yang disampaikan oleh Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, angka kemiskinan di Bali mencapai sekitar 4,2 persen dari jumlah penduduk Bali yang mencapai lebih dari 3,5 juta jiwa.  Jika boleh dihitung, maka ada sekitar 147 ribu jiwa penduduk Bali yang hidup di bawah garis kemiskinan.  Bisa jadi ada beberapa orang yang tinggal di lingkungan sekitar kita.  Barangkali mereka tidak asing lagi dengan keberadaan kita, anak-anak Tuhan. Mungkin saja mereka beberapa kali berseru untuk meminta tolong kepada kita.  Namun, pertanyaan yang perlu kita jawab adalah sudahkah kita mengindahkan seruan mereka?

Dalam bagian yang kita renungkan hari ini, kita mempelajari mengenai ketidakpedulian seseorang, di mana ketidakpeduliaan orang itu digambarkan lewat tindakannya yang menutup telinga terhadap orang yang lemah.  Seorang penafsir mengatakan bahwa orang itu adalah orang yang tidak memiliki kebenaran, keadilan dan belas kasihan. Bukan hanya itu saja, boleh dikatakan bahwa ia adalah seseorang yang tidak mempunyai hati. Mengapa demikian?  Seorang penafsir mengatakan demikian “When the heart is hard, the ear is deaf.” Ketika hati seseorang menjadi keras, maka telinga akan menjadi tuli.  Jadi sesunguhnya kekerasan hatilah yang membuat telinga seseorang itu tertutup.

Oleh sebab itu, ketika ia berseru, maka sesungguhnya seruannya juga tidak akan mendatangkan jawaban atas dirinya. Mengapa demikian?  Karena dengan menutup telinga berarti kita sedang melakukan kejahatan di mata Tuhan.  Menanggapi hal ini, seorang penafsir mengatakan demikian, “The merciful obtain mercy, but the callous will not pitied.”  Belas kasihan menghasilkan belas kasihan, tetapi orang yang tidak mempunyai perasaan tidak akan dikasihani.  Jika demikian halnya, apa yang masih membuat kita untuk terus menutup telinga kita kepada mereka yang menjerit minta pertolongan?

Melalui renungan hari ini, sekali lagi kita diingatkan agar kita mau menyediakan diri kita bagi mereka yang membutuhkan.  Banyak hal dalam diri kita yang dapat kita gunakan untuk menjadi berkat bagi sesama kita, yakni: uang, waktu, tenaga, pemikiran dan lain sebagainya.  Biarlah kita menyediakan telinga kita bagi mereka yang berseru, supaya seruan kita pun juga mendatangkan jawaban bagi kita.  Kiranya Tuhan menolong kita semua.  Amin.                                                                                cu