ADAKAH BELAS KASIHANMU? (Amsal 14:21)

by samuelyasa


Siapa menghina sesamanya berbuat dosa, tetapi berbahagialah orang yang menaruh belaskasihan kepada orang yang menderita. – Amsal 14:21

 

Dalam rangka peringatan Hari Pangan Sedunia, The United Nations World Food Programme (WFP) menegaskan kembali komitmennya untuk mengakhiri bencana kelaparan.  Menurut WFP Indonesia Country Director, Coco Ushiyama, WFP akan berkolaborasi bersama pemerintah berupaya membangun fondasi bagi Indonesia untuk menjadi juara dunia dalam perang melawan kelaparan.  Di Indonesia, apa yang dilakukan oleh WFP bertujuan untuk memberikan dukungan yang bersifat katalistis kepada Pemerintah dalam mencapai ketahanan pangan dan gizi bagi semua rakyat Indonesia.

 

Indonesia adalah negara agraris.  Namun, hal ini tidak membuat Indonesia tidak dapat mengalami bencana kelaparan.  Menurut data yang ada, pada tahun 2010 sebanyak 1,6 juta penduduk NTT terancam kelaparan dan yang lebih menyedihkan adalah NTT adalah wilayah Indonesia yang banyak menghasilkan produksi pertanian dan warganya bekerja di pertanian.  Melihat hal ini, apa yang telah dilakukan oleh gereja?  Apakah gereja yang menjadi bagian dari bangsa ini telah menunjukkan peran sertanya?  Harus diakui bahwa tidak semua gereja telah menunjukkan peran sertanya dalam mengatasi bencana kelaparan yang sedang mengancam Indonesia.

 

Namun, bagian yang kita renungkan hari ini mengatakan, sebagai anggota tubuh Kristus sudah seharusnya kita memiliki belas kasihan kepada mereka yang mengalami penderitaan, salah satunya adalah kepada mereka yang mengalami kelaparan.  Firman Tuhan mengatakan bahwa orang yang menaruh belas kasihan kepada orang yang menderita adalah orang yang berbahagia.  Lalu, apa yang dimaksud dengan berbahagia dalam bagian ini?  Kata berbahagia dalam bagian ini menggunakan kata yang sama dengan kata berbahagia dalam Mazmur 1:1, dimana oleh beberapa versi bahasa Inggris diterjemahkan dengan menggunakan kata diberkati.  Lalu, apa kaitannya dengan diberkati dengan bagian yang kita renungkan?  Jika kita turut ambil bagian dalam memperhatikan orang yang menderita, maka sesungguhnya hidup kita akan tetap diberkati Tuhan dan sesungguhnya pula kita tidak akan pernah hidup dalam kekurangan (lih. Ams. 28:27).  Jika demikian, apakah kita, gereja telah berperan serta dalam mengatasi kelaparan?  Kiranya Tuhan menolong kita semua.  Amin.                                                     cu