PEDULI DAN SALING MEMPERHATIKAN (Ibrani 10:24-25)

by samuelyasa


Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Ibr. 10:24

 

Di China ada seorang balita yang berusia dua tahun mengalami kejadian yang sangat mengenaskan.  Kejadian tersebut berawal saat bocah malang yang diketahui bernama Yue Yue tersebut menyeberangi jalan raya di Kota Foshan, Cina Selatan. Saat ada mobil van melintas, ia tertabrak. Tak cukup hanya ditabrak tapi juga dilindas.Belum lama, sebuah truk kecil yang melintas kembali melindas balita yang sejatinya akan ke seberang jalan tempat toko milik orangtuanya. Yang memprihatinkan, meski ada sekitar sembilan belas orang yang mengetahuinya, tak ada yang menolongnya.Barulah saat ada nenek pemulung yang belakangan diketahui bernama Chen Yian Mei yang rasa manusiawinya tersentak langsung menolong dan menjerit minta tolong. Orangtua Yue Yue yang mendengar kejadian yang menimpa anaknya itu langsung membawanya ke rumah sakit.Yue Yue yang terluka parah akibat terlindas dua kali itupun dirawat di RS General Hostipal of Guangzhou Military Command. Namun, pertolongan yang diberikan oleh pihak rumah sakit tidak dapat menyelamatkan nyawa Yue Yue.  Seminggu kemudian, Yue Yue dikabarkan meninggal dunia.Kejadian yang dialami oleh Yue Yue menimbulkan kemarahan banyak pihak.  Mereka mempertanyakan kepedulian sembilan belas orang yang melintas di sana. Mengapa sembilan belas orang itu tidak ada yang peduli dengan kondisi Yue Yue.

 

Melalui bagian yang kita renungkan pada hari ini, kita diminta untuk saling memperhatikan dan mendorong.  Jika kita tidak memiliki kerinduan untuk saling memperhatikan, maka jangan heran jika kasus yang dialami oleh Yue Yue akan dapat terulang lagi.  Selain itu, kita harus saling mendorong.  Dalam hal apa kita harus saling mendorong?  Kasih dan perbuatan baik.  Kasih merupakan sebuah hal yang langka di era yang dipenuhi dengan sikap individualistik.  Kasih menjadi sesuatu yang aneh dan tidak wajar di era yang mulai mementingkan kepentingan diri sendiri.  Mengapa demikian?  Karena kasih itu tidak mementingkan diri sendiri.  Kasih itu memberi tempat bagi orang lain. Oleh karena itu, tidak heran jika kita diminta untuk saling memperhatikan dan mendorong dalam hal kasih.  Jika seseorang mempunyai kasih, maka ia tidak akan berhenti untuk melakukan perbuatan baik. Kiranya melalui kasih dan perbuatan baik yang kita miliki nama Tuhan dimuliakan.  Biarlah Tuhan yang memampukan kita semua.  Amin.                                       CU